Mother&Baby Indonesia
Amankah Memakai Parfum di Sekitar Anak?

Amankah Memakai Parfum di Sekitar Anak?

Membuat diri sendiri agar tetap harum merupakan hal yang penting. Untuk mewujudkannya, terdapat banyak produk wewangian mulai dari parfum, body mist, dan cologne. Biasanya produk wewangian mengandung pewangi sintetis yang bertujuan agar aroma dapat bertahan lebih lama. Namun ternyata, produk beraroma berpotensi berbahaya bagi Anda dan Si Kecil. Untuk lebih jelasnya, simak artikel di bawah ini ya Moms!


Baca Juga: 6 Cara Memakai Parfum yang Benar Agar Lebih Tahan Lama




Zat berbahaya yang terkandung dalam produk wewangian

Produk parfum, body mist, dan cologne mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan seseorang, terutama bayi dan anak-anak. Ini karena organ sensorik Si Kecil masih berkembang dan mereka belum memiliki sensitivitas terhadap zat-zat yang terkandung di udara di lingkungan sekitarnya.

Tidak hanya parfum, ada beberapa produk wewangian lainnya yang biasanya mengandung bahan kimia sintetis, di antaranya losion tubuh, sampo, detergen, produk pembersih, dan produk khusus bayi dan anak-anak yang mengandung bahan kimia beraroma.

Berikut ini beberapa kandungan dalam parfum atau produk wewangian lainnya yang berbahaya bila digunakan oleh ibu hamil atau terpapar pada bayi dan anak-anak:

Phthalates

Oxybenzone

Ethylene Glycol

Styrene

Acetaldehyde

Galaxolide Ketone



Musk Ketone


Baca Juga: Kiat Memilih Produk Kulit yang Aman untuk Anak


Efek kerusakan (detrimental) yang ditimbulkan

Sebuah studi tentang cara kerja phthalates mempengaruhi tubuh manusia yang dilakukan oleh Mind Body Green, menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar parfum berisiko mengalami masalah perilaku, asma, dan obesitas.

Selain itu, phthalates juga dapat mengganggu produksi hormon dan kesehatan Si Kecil. Seperti yang dijelaskan oleh U.S. National Library of Medicine, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika anak laki-laki terpapar phthalates akan mengakibatkan penurunan kadar testosteron, sementara anak perempuan dapat menyebabkan pubertas dini.

Menurut Agency for Toxic Substances & Disease Registry senyawa yang biasa digunakan dalam produk beraroma memiliki persentase yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan cacat lahir, kerusakan sistem kekebalan tubuh hingga kanker.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Greenpeace, dua bahan kimia seperti musk sintetis dan ester phthalate dapat menyebabkan perubahan pada tekanan darah, denyut nadi, dan suasana hati. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Environmental Protection Agency menemukan bahwa bahan kimia dalam parfum yaitu pestisida linalool diketahui dapat menyebabkan depresi, mudah lesu, dan gangguan pernapasan yang mengancam nyawa. 


Bolehkah memakai parfum di sekitar Si Kecil?

Memakai parfum ketika berada di sekitar anak itu adalah pilihan pribadi Anda, namun mengetahui akibat yang dapat ditimbulkan semoga bisa membantu menentukan keputusan Anda ya, Moms!

Alangkah baiknya hindari penggunaan parfum atau produk wewangian lainnya, serta memilih produk perawatan tubuh Anda dan Si Kecil yang tidak mengandung fragrance dan bahan kimia beracun. Jika Anda tidak bisa jauh dari aroma wewangian, coba gunakan parfum alami atau minyak esensial, yang dapat memberikan aroma tertentu pada tubuh tanpa efek samping yang berbahaya. Semoga bermanfaat ya Moms! (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Freepic.diller/Freepik)



Tags: kesehatan,   parfum,   anak,   kandungan parfum










Cover April 2020