Mother&Baby Indonesia
Ketahui Gaya-gaya Bayi Merangkak dan Cara Stimulasinya

Ketahui Gaya-gaya Bayi Merangkak dan Cara Stimulasinya

Kemampuan merangkak jadi satu tanda bayi berkembang dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa otot tangan, kaki, punggung, serta kepala Si Kecil sudah cukup kuat untuk menopang dirinya bergerak. Maka tak heran setelah mampu merangkak, bayi akan langsung menjelajah area rumah atau lingkungan di sekitar.

Umumnya, bayi usia 7-10 bulan sudah mulai bisa merangkak, tapi mungkin juga hal ini baru terjadi pada bayi di atas usia tersebut. Merangkak yang menjadi tahapan tumbuh kembang pun menjadi cara belajar anak dalam mengkoordinasikan otot-otot motoriknya.

Ragam Gaya Merangkak

Selain kemampuan motorik, merangkak juga melatih Si Kecil untuk memahami banyak hal di sekelilingnya. Bahkan secara perlahan, hal ini pun melatihnya untuk mengambil keputusan dan memilih arah. Tapi ternyata, merangkak pun memiliki gaya yang berbeda-beda, lho! Kira-kira, mana gaya merangkak yang Si Kecil lakukan, Moms?



1. Cross Crawl

Gaya cross crawl menjadi yang paling klasik atau umum lakukan bayi, yaitu dengan merangkak dan bertumpu pada empat titik, dua telapak tangan dan dua lutut. Si Kecil akan melangkah dengan gerakan tangan kiri maju dan tangan kanan akan ikut bergerak. Jika keseimbangan tubuhnya sudah stabil, maka ia pun akan merangkak dengan cepat.

2. Commando Crawl

Gaya kedua ini juga terbilang klasik, di mana Si Kecil bergerak dengan perut sebagai tumpuan dan lengan sebagai ‘setir’ untuk maju atau mundur. Jika digambarkan, bayi akan bergerak sambil juga membersihkan lantai rumah Anda nih, Moms.

3. Bear Crawl

Gaya merangkak ini seperti beruang, di mana Si Kecil menggunakan kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki untuk bertumpu. Saat mulai bergerak, ia pun akan mirip seperti bayi beruang yang sangat menggemaskan.

4. Crab Crawl

Moms pernah melihat bayi merangkak dengan bergerak hanya mundur atau menyamping saja? Gaya ini wajar, kok, biasa disebut crab crawl atau merangkak dengan gaya kepiting. Saat melakukannya, Si Kecil memang akan tampak lucu, tapi ini menjadi caranya untuk bergerak demi mengambil benda keinginannya.

5. Bottom Scotter

Bayi Anda mungkin melakukan gerakan seperti ngesot atau hanya bokongnya saja yang berpindah. Dalam bahasa Inggris, gaya merangkak ini disebut bottom scotter atau bum shuffle yang artinya bokong berpindah. Si Kecil dengan posisi setengah duduk akan mulai bergerak, dengan kedua lengan serta bokong yang menempel di lantai sebagai tumpuan.



6. Rolling Crawl

Ternyata, bayi yang berguling dari satu titik ke titik yang lain juga bisa disebut sebagai gaya merangkak. Meski terbilang unik, Moms tak perlu khawatir karena ini menunjukkan saraf motoriknya bisa bekerja dengan maksimal saat ia berpindah posisi.

7. Leapfrog Crawl

Saat bayi merangkak, ia akan membuat kedua telapak tangan serta betis sebagai tumpuan. Namun saat bergerak maju, Si Kecil akan nampak seperti melompat layaknya katak.

Cara Menstimulasi


Agar bayi bisa merangkak, Moms tentu perlu menstimulasinya dengan cara-cara yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai berikut:

• Kenalkan anak dengan tummy time atau bermain dengan posisi tengkurap (perut di bagian bawah), sejak usia 3 bulan.

• Beri rangsangan dengan mainan yang diletakkan jauh darinya.

• Pakai alat bantu, seperti gendongan yang dililitkan di badannya.

• Pastikan area di sekitar Si Kecil merangkak sudah aman dari benda tajam atau yang dapat melukainya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   bayi merangkak,   gaya merangkak bayi










Cover April 2020