Mother&Baby Indonesia
Mitos Soal Membuat MPASI yang Moms Perlu Tahu

Mitos Soal Membuat MPASI yang Moms Perlu Tahu

Si Kecil sudah menginjak usia enam bulan. Moms, itu artinya Anda sudah bisa memberikan makanan pendamping ASI alias MPASI untuk buah hati Anda.

Menyediakan makanan padat pertama bagi bayi Anda tentunya merupakan ‘tugas baru’ yang penuh tantangan. Tak sedikit para Moms yang rela membeli berbagai macam peralatan masak baru demi memberikan menu MPASI terbaik bagi bayinya, atau memborong semua buku tentang MPASI. Namun perlukah Anda melakukan semua itu? Simak mitos-mitos tentang membuat MPASI yang sesungguhnya tidak perlu Moms lakukan berikut ini.

1. Peralatan Lengkap

Banyak perlengkapan memasak makanan bayi yang dijual di pasaran. Tentu Anda tidak perlu membeli semuanya. Sebuah alat pengukus serta blender sesungguhnya sudah cukup untuk menghasilkan menu sehat untuk Si Kecil. Selain itu, Anda juga tidak perlu membeli wadah khusus guna menyimpan stok makanan bayi. Tempat es atau ice cube dari bahan plastik sudah cukup dijadikan tempat puree sebelum dibekukan. Jadi Anda bisa menghemat untuk keperluan lain yang lebih penting Moms.



2. Sayuran Terasa Pahit untuk Bayi

Mungkin pada awalnya. Bisa jadi, Si Kecil menolak kala Anda memberikan puree kacang polong dan brokoli untuk pertama kalinya. Namun satu hal yang perlu diingat, Anda perlu memperkenalkan berbagai varian rasa dan tekstur bagi Si Kecil. Jadi jangan menyerah jika ia mengeluarkan lagi makanan dari mulutnya. Intinya bukan membuat bayi makan sayur, tapi membantunya menyukai sayuran. Dan hal itu mungkin membutuhkan proses yang lama, Moms. Tentunya perlu ekstra sabar ya. 

3. Mulai dengan Bubur Nasi

Sejak lahir, bayi Anda sesungguhnya sudah terbiasa dengan refined carbohydrates (karbohidrat yang memiliki struktur glukosa tunggal) dan rasa hambar. Jadi mengapa tidak memberikannya sesuatu yang penuh rasa dengan tekstur yang berbeda? Ubi, alpukat, atau mungkin kacang polong bisa menjadi awal perkenalan Si Kecil dengan MPASI.



4. Bumbu Pantang Diberikan

Sah-sah saja jika Anda ingin memberikan bumbu dalam menu MPASI Si Kecil. Garam dan gula memang perlu dihindari. Tapi untuk variasi rasa, Anda boleh saja mencampur rempah-rempah seperti kunyit ke dalam makanan bayi. Moms bisa memulai dengan memberikan rempah yang rasanya tidak terlalu tajam dan dalam jumlah sedikit. 

5. Menghindari Makanan yang Berpotensi Memicu Alergi

Kacang-kacangan, makanan laut (sea food), dan golongan buah beri, termasuk kategori makanan yang kerap memicu alergi. Tapi bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh memberikannya kepada Si Kecil. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), Moms boleh saja memperkenalkan makanan yang terbuat dari kacang-kacangan atau sea food kepada bayi Anda. Namun perlu diingat, berikan dalam jumlah sedikit terlebih dahulu. Lalu perhatikan apakah bayi Anda menunjukkan tanda-tanda alergi terhadap makanan tersebut. Jika tidak, tentunya Anda bisa melanjutkan membuat menu MPASI yang terdiri dari kacang, udang, atau berbagai macam buah beri.

6. Tekstur Halus Saja

Pada awal MPASI, bayi memang perlu diberikan makanan dengan tekstur lembut karena kemampuan mengunyah dan pencernaannya belum sempurna. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Anda bisa memperkenalkan Si Kecil dengan makanan yang teksturnya berbeda. Biarkan dia ‘bermain’ dengan pisang, semangka, atau rapsberry di tangan dan mulutnya karena hal itu juga bisa merangsang indra perasanya. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   mpasi,   mitos dan fakta