Mother&Baby Indonesia
Tips Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Bayi

Tips Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Bayi

Tahukah Anda bahwa sejak Si Kecil masih bayi, ia sudah memiliki dasar rasa percaya diri, lho! Dan kepercayaan diri ini bisa ditingkatkan dengan bantuan Anda.

Ya, mengembangkan kepercayaan Si Kecil bisa dimulai dari usia nol tahun. Yuk simak caranya berikut ini agar buah hati Anda bisa tumbuh sebagai anak yang memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik serta optimisme yang tinggi.




Usia 0-12 Bulan

Salah satu dasar untuk bergaul atau bersosialisasi adalah adanya rasa percaya diri. Demikian juga bayi Anda. Jika sejak kecil ia memiliki kepercayaan diri, hal ini akan berdampak baik bagi keberadaannya di dalam lingkungan sekitar, termasuk ketika bersekolah. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan guna memupuk rasa percaya diri Si Kecil:

1. Menumbuhkan Rasa Aman dan Nyaman

Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan meresponsnya melalui sentuhan dan pelukan ketika Si Kecil menangis atau membantunya mengambilkan bola ketika ia meminta. Hal ini membuat bayi belajar mempercayai Anda sehingga mendukung timbulnya rasa percaya diri.

Moms, Anda juga bisa membantunya untuk percaya pada kemampuannya sendiri. Bayi belajar untuk mengungkapkan, “Ma, aku bisa melakukannya!”, ketika ia mampu mengerjakan sebuah tugas atau saat ia memiliki kemampuan baru yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Anda bisa memberikan kepada Si Kecil, senyuman atau ciuman ketika ia berhasil menggapai mainan yang Anda angkat cukup tinggi misalnya. Cara sederhana ini membuat bayi mengetahui bahwa ia sudah berhasil menyenangkan Anda.

2. Memecahkan Masalah

Biasakan Si Kecil untuk memiliki dan mencari solusi saat ia mendapatkan masalah. Hal ini bisa dilakukan semenjak dia bayi dengan pertolongan Anda tentunya. Misalnya, ketika ia menyusun balok sederhana, Anda bisa mengambilkan beberapa balok tersebut dan biarkan ia meletakkannya mulai dari bawah hingga atas.




Usia 12-24 Bulan  

Pada rentang usia ini, kemampuan Si Kecil sudah semakin banyak, dari berjalan, melompat, hingga berbicara. Tak heran, ia semakin sok tahu dan ingin melakukan beberapa hal sendiri tanpa bantuan Anda. Namun tetap saja ia tahu bahwa Anda adalah ‘tempat perlindungannya’. Lantas bagaimana menyikapi hal tersebut?

1. Bangun Kesadaran Dirinya (Self Awareness)

Self awareness atau kesadaran diri bahwa ia adalah pribadi yang terpisah dari Anda atau orang lain, merupakan milestone penting bagi batita karena berpengaruh pada pengembangan kepercayaan dirinya. Sebagai ibu, Anda dapat membantu Si Kecil dengan bereaksi terhadap hal-hal yang sudah dilakukannya. Misalnya dengan mengatakan, “Masukkan mainanmu kembali ke kotaknya ya!”, atau “Terima kasih kuenya. Mama senang, Nak,” dan sebagainya.

2. Jadikan Waktu Bermain sebagai Cara untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Lewat permainan, biasanya anak-anak bisa belajar banyak hal. Contohnya, mencoba tantangan baru atau permainan yang belum pernah ia lakukan. Ketika ia mampu melakukannya dengan baik dan benar, otomatis hal ini akan membangkitkan rasa percaya dirinya. Misalnya, jika anak perempuan Anda mendandani boneka Barbie dengan baju dan sepatu sesuai dengan pilihannya tanpa bantuan Anda. Atau mungkin, ketika jagoan Anda mampu menyusun balok kayu membentuk bangunan tertentu dengan rapi.

3. Kenali Perkembangan dan Pencapaian Si Kecil

Fokuslah pada proses yang dilalui Si Kecil dalam menyelesaikan setiap tantangan yang dihadapinya, bukan hanya hasil akhirnya semata. Anda juga bisa merekam semua hal yang dilakukannya, baik melalui gambar foto maupun video yang bisa ditunjukkan kepadanya pada lain hari. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   anak percaya diri,   menumbuhkan percaya diri










Cover April 2020