Mother&Baby Indonesia
Penyakit Umum yang Terjadi pada Bayi Baru Lahir

Penyakit Umum yang Terjadi pada Bayi Baru Lahir

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya sehat ketika dilahirkan. Meskipun begitu, ada saja beberapa penyakit yang kemungkinan besar bisa menyerang bayi Anda. Ini karena kondisi imun pada bayi masih belum stabil. Ditambah lagi, bayi masih perlu menyesuaikan diri dengan kondisi di luar rahim. Untuk membantu Moms agar lebih waspada dengan kesehatan buah hati Anda, berikut ini beberapa penyakit umum yang sering menyerang pada bayi baru lahir.


1. Penyakit Kuning

Penyakit kuning atau jaundice merupakan penyakit yang paling sering menyerang bayi baru lahir. Gangguan ini disebabkan oleh meningkatnya kadar bilirubin dalam darah karena kondisi fungsi hati bayi masih belum bekerja secara optimal.



Umumnya, penyakit kuning yang dialami bayi baru lahir akan hilang dalam beberapa hari. Salah satu cara untuk mengurangi penyakit kuning pada bayi adalah dengan cara menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi selama kurang lebih 10-15 menit per hari. Tetapi perlu diketahui ya Moms, saat menjemur Si Kecil, pastikan bagian mata bayi harus ditutup agar tidak terkena sinar matahari langsung dan tubuh bayi diperbolehkan untuk dibolak-balik perlahan. Jika penyakit kuning tidak segera membaik, konsultasikan dengan dokter. 


2. Perut Kembung

Tidak sedikit perut bayi baru lahir yang menonjol. Ini terjadi karena adanya gas berlebih atau konstipasi. Namun, jika perut Si kecil terasa bengkak dan keras, ini bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius, seperti distensi perut. Penyakit ini terjadi ketika adanya penumpukan zat (cairan atau gas) di dalam perut. Inilah yang menyebabkan perut mengembung melebihi ukuran normal. Anda tidak perlu khawatir jika Si Kecil mengalami kondisi ini, karena dapat diatasi dengan melakukan pijatan lembut di area sekitar perut. Namun apabila pijatan tidak memberikan hasil, segera periksakan Si Kecil ke dokter.


3. Muntah Atau Gumoh

Muntah atau gumoh sangat sering terjadi pada bayi baru lahir. Anda tidak perlu merasa panik selama cairan yang dimuntahkan berwarna putih. Akan tetapi, jika frekuensi muntah pada bayi sering, kemudian ditambah dengan terjadinya penurunan berat badan, dan muntah bayi Anda berwarna hijau, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Ini karena muntah atau gumoh berwarna hijau bisa menjadi pertanda adanya infeksi.


4. Ruam Popok

Ruam popok merupakan suatu kondisi yang umum dialami oleh bayi. Hal ini bisa terjadi karena pemakaian popok yang tidak sering diganti, kotor, popok terlalu ketat, atau karena infeksi. Kondisi ruam popok ditandai dengan munculnya bercak kemerahan, kulit kering, lecet pada bokong, paha maupun area sekitar alat kelamin. Namun Anda tidak perlu khawatir jika bayi Anda mengalami ruam popok, karena ada beberapa cara untuk mengatasinya, antara lain:

• Segera ganti popok bayi Anda setiap 3 jam sekali atau jika sudah basah dan kotor.

• Selalu bersihkan area yang tertutup popok dengan air bersih atau tisu basah. Jika Anda ingin menggunakan tisu basah, pilihlah yang bebas pewangi dan alkohol.

• Keringkan area yang tertutup popok dengan kain lembut.



• Oleskan pelembap pada area yang terkena ruam popok.

• Selalu pastikan popok Si Kecil bersih.


5. Demam

Pada dasarnya, demam merupakan suatu reaksi tubuh dalam melawan bakteri atau kuman di dalam tubuh. Bayi Anda bisa dikatakan demam jika suhu tubuhnya melebihi 37 derajat Celcius. Jika Si Kecil demam, berikan cairan sebanyak-sebanyaknya dan lakukan skin-to-skin contact agar demamnya segera turun. Namun, bila suhu tubuhnya tidak kunjung menurun, segera periksakan ke dokter ya, Moms. 


6. Dermatitis Atopik

Penyakit dermatitis atopik merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan timbulnya ruam merah pada kulit disertai dengan rasa gatal secara terus-menerus. Untuk mengurangi dermatitis atopik pada bayi, Moms bisa melakukan beberapa cara berikut:

• Selalu jaga kebersihan kulit Si Kecil.

• Hindari faktor penyebab munculnya ruam kemerahan pada kulit bayi.

• Jaga kulit Si Kecil tetap lembap dengan pelembap yang diformulasikan khusus untuk bayi.

• Hindari suhu terlalu panas atau terlalu dingin buat bayi Anda.

Itulah 6 penyakit yang paling umum terjadi pada bayi baru lahir (newborn). Ingat untuk tidak panik dan bersikap tenang menghadapi kondisi ini jika terjadi pada bayi Anda. Jika tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter anak. Semoga bermanfaat Moms! (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   newborn,   penyakit bayi










Cover Mei-Juni-Juli 2020