Mother&Baby Indonesia
Akrosianosis pada Bayi, Pertanda Masalah Serius!

Akrosianosis pada Bayi, Pertanda Masalah Serius!

Sedang asyik bermain bersama Si Kecil, tiba-tiba Moms menyadari kalau beberapa area di kulit tangan dan kaki bayi Anda berwarna biru? Padahal, anak Anda tidak terbentur atau baru terjatuh. Jika ini terjadi pada bayi Anda, maka mungkin ia mengalami akrosianosis, Moms. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai masalah kesehatan ini, M&B telah merangkum info dari berbagai sumber terpercaya. Read on, Moms!


Apa Itu Akrosianosis?

Mengutip Healthline, akrosianosis adalah kondisi tanpa sakit, di mana pembuluh darah kecil di kulit anak kejang hingga kulit tangan dan kaki berwarna biru atau ungu. Warna ini disebabkan dari berkurangnya peredaran darah dan oksigen, sehingga kulit kekurangan oksigen dan berubah warna menjadi biru atau ungu. Sesuai dengan namanya, akrosianosis yang diambil dari bahasa Yunani ini berarti ‘akros’ atau ekstrem dan ‘kyanos’ atau biru.



Biasanya lokasi paling sering terjadinya akrosianosis adalah area tubuh yang kulitnya tipis, seperti kulit di sekitar bibir, mulut, lubang telinga, juga jari-jari tangan dan kaki. Selain area tubuh tersebut, telapak tangan dan telapak kaki juga sering mengalami akrosianosis, yang mengubah warna alaminya menjadi biru keunguan.

Warna kulit anak sangat mengkhawatirkan, namun ia tampak baik-baik saja? Bisa jadi, karena akrosianosis memang tidak menyakitkan, dan kondisi ini tergolong ringan. Walau begitu, bukan berarti Moms bisa mengabaikan kondisi kesehatan ini, karena bisa jadi akrosianosis merupakan tanda dari kondisi medis serius di tubuhnya, seperti penyakit jantung, paru, atau kerusakan pembuluh darah.


Jenis-jenis Akrosianosis

Akrosianosis sangat umum terjadi pada anak baru lahir (newborn), namun sering juga ditemukan pada remaja dan dewasa muda. Walau penyakit ini sudah ditemukan sejak tahun 1896, namun sampai sekarang akrosianosis masih belum diteliti lebih jauh. Menurut Healthline, ada dua tipe akrosianosis, yaitu:

1. Akrosianosis Primer

Jenis ini sering diasosiasikan dengan suhu dingin (hidup di ketinggian, tekanan oksigen rendah, dan berangin) dan stres emosional. Walau begitu, akrosianosis primer tergolong tidak berbahaya dan kerap terjadi karena ada faktor cacat genetik pada pembuluh darah anak. Gejala pada jenis ini biasanya muncul di kedua tangan atau kaki.

2. Akrosianosis Sekunder



Jenis ini sering diasosiasikan dengan banyak penyakit, termasuk gangguan makan, penyakit psikis, dan kanker. Gejala pada jenis sekunder biasanya hanya terjadi pada satu sisi, bisa menimbulkan rasa sakit, dan bisa menyebabkan kerusakan sel.


Gejala Akrosianosis

Beberapa gejala akrosianosis pada bayi yang paling mudah dikenali adalah:

• Jari tangan dan jari kaki berwarna biru keunguan.

• Telapak tangan dan kaki dingin dan basah.

• Aliran darah dan suhu kulit menurun.

• Tangan dan kaki bengkak.

• Detak jantung normal. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: akrosianosis,   pembuluh darah,   kulit,   bayi,   newborn