Mother&Baby Indonesia
Kismis untuk MPASI Bayi, Manfaat dan Tips Memberikannya

Kismis untuk MPASI Bayi, Manfaat dan Tips Memberikannya

Saat Si Kecil sudah memasuki usia MPASI (makanan pendamping ASI), Moms pasti tak sabar untuk memberikan aneka makanan enak dan bergizi. Salah satu makanan yang menarik untuk dikenalkan pada Si Kecil adalah kismis. Buah yang dikeringkan ini memiliki sensasi manis dan asam dalam sekali gigitan. Wajah Si Kecil pasti menggemaskan deh, saat pertama kali menikmati kismis!

Namun, boleh enggak sih, bayi makan kismis? Amankah? Usia berapa bayi boleh makan kismis? Nah, untuk menjawab segala pertanyaan Moms seputar pemberian kismis untuk MPASI anak, yuk ketahui faktanya di bawah ini!




Aman untuk Bayi


Kismis memang kecil dan mungkin memiliki biji kecil di dalamnya. Namun ternyata kismis aman untuk diberikan pada bayi berusia 9 bulan ke atas lho, Moms. Mengutip laman Baby Center, sejak 2010, American Academy of Pediatrics (AAP) bahkan sudah menghapus kismis dari daftar makanan yang dilarang diberikan untuk bayi, karena ternyata tidak ada kasus anak tersedak kismis yang dilaporkan. Walaupun begitu, tetap dampingi Si Kecil saat makan kismis ya, Moms.

Menurut laman Mom Junction, kismis juga disebut aman untuk bayi, karena buah anggur kering ini tergolong hypoallergenic yang jarang menimbulkan alergi. Nah, kalau Moms mau memberikan kismis saat anak belum berusia 9 bulan, boleh saja, tetapi pastikan kismisnya dimasak hingga tidak keras lagi dan sudah dilumatkan sampai halus ya.


Tips Aman Makan Kismis

Menurut Baby Center, bayi boleh kok makan kismis! Asalkan...

• Bayi sudah berusia lebih dari 8 atau 9 bulan.

• Bayi sudah bisa menggenggam sendok.

• Buah kering yang lebih besar (seperti aprikot, prune, ceri) sudah dipotong seukuran kismis.

• Bayi makan kismis dalam keadaan duduk rapi.

• Jangan makan kismis dalam perjalanan naik mobil.

• Selalu bersihkan gigi dan mulutnya setelah makan kismis.

• Sangat disarankan untuk memberikan kismis organik.



• Selalu cuci kismis sebelum diberikan pada bayi.

• Untuk pemberian kismis pertama kali sebaiknya berikan kismis yang dimasak.

• Jangan berikan kismis sebelum tidur, karena bisa tersimpan di mulut dan meningkatkan risiko tersedak saat tidur.

• Ada anak yang alergi kismis. Jadi pastikan Moms sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan kismis untuk Si Kecil, ya.


Manfaat Kismis untuk Bayi

Kismis yang berasal dari anggur dikeringkan ini ternyata kaya nutrisi, lho. Kismis juga menjadi sumber energi yang baik dan tinggi kandungan mikronutrien, seperti flavonoid, phytoestrogen, dan resveratrol. Mau tahu apa saja manfaat kismis untuk kesehatan bayi? Mari baca info di bawah ini.

1. Menurunkan Risiko Obesitas

Menurut National Healthy and Nutrition Examination Survey 2001-2012, mengonsumsi kismis berkaitan erat dengan pemenuhan nutrisi yang dapat menurunkan risiko obesitas dan sindrom metabolik.

2. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Kismis kaya akan serat yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan juga mencegah konstipasi. Kismis juga bisa mengatasi konstipasi pada bayi lho, Moms. Berikan kismis yang sudah dilumat hingga halus ketika bayi susah BAB.

3. Menyehatkan Jantung

Rutin mengonsumsi kismis dalam waktu panjang akan membantu menyeimbangkan tekanan darah. Ini disebabkan oleh kandungan potasium, serat, dan komponen bioaktif (seperti phenols dan tannin) yang membantu menormalkan tekanan darah. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: mpasi,   kismis,   bayi,   nutrisi,   kesehatan










Cover Mei-Juni-Juli 2020