Mother&Baby Indonesia
Moms Wajib Tahu, Ini 5 Risiko Induksi Persalinan

Moms Wajib Tahu, Ini 5 Risiko Induksi Persalinan

Pada dasarnya, membiarkan persalinan terjadi secara alami adalah yang terbaik. Akan tetapi, ada beberapa pengecualian yang bisa terjadi, seperti adanya gangguan kesehatan, sudah melewati tanggal prediksi persalinan atau air ketuban terlanjur pecah sebelum Anda mengalami kontraksi.

Untuk mengatasi masalah ini, dokter biasanya akan menyarankan induksi persalinan guna merangsang terjadinya kontraksi dan mempercepat proses persalinan. Perlu diketahui, induksi persalinan merupakan suatu prosedur di mana dokter menggunakan suatu metode untuk mempercepat proses persalinan.

Meskipun induksi persalinan bisa merangsang dan mempercepat proses persalinan, ternyata ada beberapa risiko induksi persalinan yang bisa Moms dan janin dalam kandungan alami. Apa saja risikonya? Simak penjelasannya di bawah ini!




1. Peningkatan Risiko Komplikasi Selama Kelahiran

Merangsang dan mempercepat proses persalinan dengan induksi dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan janin. Selain itu, melakukan induksi persalinan dengan menggunakan obat-obatan dapat menyebabkan bayi Anda tetap dalam posisinya sehingga membuat persalinan lebih lama dan lebih menyakitkan bagi Moms.


2. Menyebabkan Infeksi

Ada beberapa metode induksi yang bisa meningkatkan risiko infeksi pada bayi dan Moms. Jika setelah melakukan induksi, air ketuban pecah tetapi Anda tetap tidak bisa melahirkan secara normal dan perlu tindakan secara caesar, ini akan meningkatkan bayi lebih rentan terhadap infeksi karena tidak ada lagi kantung ketuban.




3. Menyebabkan Terjadinya Prolaps Tali Pusat

Induksi persalinan dapat menyebabkan terjadinya prolaps tali pusar, yakni suatu kondisi di mana tali pusat bayi keluar lebih dahulu sebelum bayi lahir. Kondisi ini dapat menyebabkan kurangnya suplai oksigen ke otak bayi, dan berisiko menyebabkan kerusakan pada otak janin serta membahayakan kesehatannya di dalam kandungan.


4. Perdarahan Pasca Melahirkan

Risiko induksi persalinan lainnya adalah dapat memungkinkan otot rahim tidak berkontraksi setelah persalinan, yang menyebabkan terjadinya pendarahan serius setelah melahirkan.


5. Rahim Robek

Induksi dapat menyebabkan rahim robek, meskipun kondisi semacam ini jarang sekali terjadi. Ini disebabkan janin bergerak secara berlebihan sehingga bayi keluar dari dinding rahim dan masuk ke rongga perut. Jika kondisi ini terjadi, Anda memerlukan penanganan segera dengan operasi caesar, karena dapat membahayakan keselamatan Anda dan buah hati dalam kandungan.

Inilah lima risiko induksi persalinan yang bisa Moms alami. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika memang Moms disarankan oleh dokter atau bidan untuk melakukan induksi persalinan karena alasan medis. (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   ibu melahirkan,   persalinan,   induksi persalinan