Mother&Baby Indonesia
Bapak Mertua Diam-diam Ajarkan Kekerasan pada Anak Saya

Bapak Mertua Diam-diam Ajarkan Kekerasan pada Anak Saya

T: Tanpa sepengetahuan saya, bapak mertua sering mengajarkan anak saya untuk memukul temannya yang nakal. Bagaimana menanggapinya? Karena anak saya mulai kasar ke teman-temannya.

J: Diskusikan hal ini dengan suami Anda terlebih dahulu. Coba cross check kebenarannya, apakah benar bapak mertua melakukan hal tersebut. Jangan sampai kita menuduh tanpa bukti.

Jika memang seperti itu, sampaikan kepada suami tentang hal-hal yang membuat Anda khawatir, terkait tumbuh kembang anak dan pengaruhnya pada kehidupan sosial anak.



Minta saran dari suami bagaimana sebaiknya menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada bapak mertua. Jika punya maksud pembelajaran tertentu, coba didiskusikan bersama-sama, bagaimana ya, cara menyampaikan pembelajaran tersebut, tetapi tanpa kekerasan. Dicari cara pembelajaran alternatif.

Bersamaan dengan ini, ajak anak berdiskusi tentang tata cara berteman dan berinteraksi dengan orang lain, tanamkan pemahaman akhlak yang baik. Sebaiknya memang bukan dengan cara memarahi atau menghukum anak, ya. Tetapi lebih ke diskusi dan pembelajaran.



Hal penting lainnya, ketika berdiskusi dengan anak harus disesuaikan dengan usia anak dan jangan menyudutkan bapak mertua. Jangan lupa juga bahwa pada dasarnya bapak mertua berada di sisi yang sama dengan orang tua, yaitu sama-sama sayang pada anak. Hanya mungkin saja ada perbedaan pendapat. Hal tersebut lumrah, tidak harus konflik keras, tetapi bisa dibicarakan secara baik-baik.

Dijawab oleh Dessy Ilsanty, M.Psi, Psikolog. (M&B/TW/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   anak,   balita,   anak suka main pukul,   mertua