Mother&Baby Indonesia
Apakah Konsumsi Kafein Dapat Menghambat Kehamilan?

Apakah Konsumsi Kafein Dapat Menghambat Kehamilan?

Ketika Anda sedang merencanakan kehamilan atau melakukan program hamil, Anda tentu saja akan memastikan tubuh dalam kondisi yang paling sehat dengan jalan mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga secara rutin dan menghindari konsumsi kafein. Namun yang kerap menjadi pertanyaan, apakah benar mengonsumsi kafein dapat menghambat kehamilan?


Kaitan Kafein dan Kesuburan

Dikutip dari Todaysparent, menurut Jeffrey Roberts, seorang dokter kandungan dan co-director Pacific Centre for Reproductive Medicine, kandungan kafein dalam kopi dapat menstimulasi sistem saraf dan menyempitkan pembuluh darah sehingga dapat mengganggu kehamilan. Namun, belum ditemukan adanya efek kafein pada kesuburan.



Roberts mengutip sebuah penelitian terhadap wanita Eropa dan menemukan bahwa wanita yang minum lebih dari lima cangkir kopi setiap hari membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil. Dia menjelaskan lebih lanjut, akan tetapi ini bukan penyebab utama seseorang kesulitan hamil, karena mungkin saja ada kebiasaan lain yang dapat menghambat kehamilan, salah satunya stres. Menurut Roberts, pria dan wanita masih diperbolehkan untuk mengonsumsi kopi karena tidak memengaruhi kualitas sel telur dan sperma, asal dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.




Batasan Aman Konsumsi Kafein

Berdasarkan sebuah penelitian, minum satu hingga dua cangkir kopi (300 mg kafein) dalam sehari masih dikategorikan aman dikonsumsi wanita ketika Anda sedang merencanakan kehamilan. Perlu diketahui, kopi bukan satu-satunya sumber kafein, karena teh, soda, dan cokelat juga mengandung kafein di dalamnya. Soda mengandung sekitar 64 mg kafein per kaleng, sementara dalam tiga batang cokelat hitam mengandung sekitar 42 mg kafein, dan dalam satu cangkir teh hitam mengandung sekitar 70 mg kafein.

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal Elena Ricci yang berjudul Coffee and Caffeine Intake and Male Infertility: A Systematic Review, menyatakan bahwa mengonsumsi kafein dapat mengganggu DNA sperma yang akan berpengaruh buruk pada fungsi reproduksi pria. Sementara penelitian dari University of Nevada, yang melakukan eksperimen dengan tikus menunjukkan bahwa kafein bisa menghambat kerja sel-sel khusus tuba falopi, sehingga dapat menghambat kehamilan. Namun sayangnya, belum ditemukan penelitian lebih lanjut pada manusia mengenai efek kafein dengan kesuburan wanita.

Perlu diketahui, Anda boleh saja mengonsumsi kafein saat sedang merencanakan kehamilan, selama masih dalam jumlah yang wajar. Sejauh ini, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi kafein kurang dari 200 mg sampai 300 mg setiap hari jika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan. Namun, sampai saat ini kaitan antara kafein dan kesuburan belum bisa dibuktikan. (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   kafein








Cover Maret 2020