Mother&Baby Indonesia
Rainbow Baby, Bayi yang Lahir Setelah Ibu Keguguran

Rainbow Baby, Bayi yang Lahir Setelah Ibu Keguguran

Kala pertama melihat dua garis biru di testpack, tangis haru tanda bahagia pasti langsung membasahi pipi Anda. Yeay! Impian untuk menjadi seorang ibu akan segera terwujud! Namun bagi beberapa calon Moms, hal paling membahagiakan itu terkadang diwarnai dengan ‘kabut gelap’ yang disebut dengan keguguran. Sedih? Sudah tidak perlu ditanya lagi, segala perasaan negatif pasti merundung semua pasangan yang kehilangan calon bayinya. 

Waktu demi waktu pun berlalu. Setelah jengah keluar masuk ruang dokter obgyn untuk berkonsultasi, kini Anda pun mendapat ‘lampu hijau’ untuk mendapatkan kehamilan lagi. Dengan segala usaha dan air mata, kini Anda pun berhasil hamil kembali hingga Si Kecil terlahir sehat dan sempurna. Welcome to the world, rainbow baby!




Apa Itu Rainbow Baby?


Istilah ini mungkin masih asing di telinga para Moms. Rainbow baby adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bayi yang lahir setelah orang tuanya mengalami ‘kabut gelap’ keguguran atau kehilangan sebelumnya. Rasa duka akibat keguguran atau berpulangnya bayi kecil tentu tidak mudah dilupakan, dan hadirnya rainbow baby setelah melewati cobaan terberat itu pasti menjadi anugerah yang tak tergantikan.

Mengutip What to Expect, rainbow baby lahir setelah rainbow pregnancy, yang seringkali lebih dipenuhi oleh emosi yang membingungkan, termasuk ketakutan, rasa lega, dan bahkan rasa bersalah. Sedangkan calon rainbow baby adalah sumber kebahagiaan dari para orang tua yang tidak akan pernah lupa akan anak mereka yang telah tiada, calon rainbow baby seringkali disebut angel atau ‘malaikat’ saat orang tuanya mengumumkan kehadiran mereka.




Kenapa Disebut Rainbow (Pelangi)?

Mengutip What to Expect, rainbow atau pelangi merupakan simbol harapan dan pembaruan, terutama untuk para orang tua yang pernah merasakan kehilangan anak, dan sekarang sedang hamil atau sudah memiliki anak lagi yang sehat. Seperti Tuhan yang memberikan hadiah pelangi untuk Nabi Nuh setelah sebelumnya memberikan banjir, begitulah perasaan yang dialami para orang tua ini saat dipercaya mendapatkan ‘titipan’ seorang anak lagi.

“Keguguran atau bayi lahir dalam keadaan tak bernyawa masih tergolong sering terjadi, ibu yang yang merasakan kematian bayinya lebih sering merasa sendirian dalam menghadapi duka,” tulis Amy O’Connor, contributing-editor untuk What to Expect. Berawal dari solidaritas itulah, pergerakan rainbow baby mulai terjalin lewat berbagai media sosial, untuk menunjukkan ke sesama orang tua kalau mereka peduli dan mengerti benar duka mendalam yang dirasakan. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: rainbow baby,   kehamilan,   anak,   bayi










Cover Mei-Juni-Juli 2020