Mother&Baby Indonesia
Bolehkah Makan Lalapan dan Sayuran Mentah saat Hamil?

Bolehkah Makan Lalapan dan Sayuran Mentah saat Hamil?

Saat hamil, tentu saja Anda harus mengonsumsi berbagai makanan sehat dan bergizi, yang baik untuk kesehatan bumil dan janin. Salah satu makanan yang tak boleh dilupakan adalah sayur-sayuran. Ya, sudah bukan rahasia lagi kalau mengonsumsi aneka sayur adalah cara terbaik untuk membantu memenuhi kebutuhan serat dan nutrisi harian Anda.

Namun, bagaimana dengan mengonsumsi lalapan saat hamil? Apakah lalapan aman untuk bumil? Untuk menjawabnya, baca artikel di bawah ini yuk, Moms!




Sumber Serat yang Baik


Moms pasti tahu kalau sayuran hijau dan kecambah adalah sumber serat dan nutrisi yang baik untuk tubuh. Namun jika Moms mengonsumsinya dalam keadaan mentah atau tidak dimasak terlebih dahulu, sayuran juga berpotensi mengandung bakteri seperti Salmonella dan Escherichia coli lho, Moms. Kedua bakteri tersebut bisa menyebabkan infeksi sehingga terjadilah penyakit tipus, diare, gangguan pernapasan, keracunan makanan, dan infeksi saluran kemih.

Mengutip Medical News Today, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Clinical Microbiology and Infection menyebutkan kalau infeksi bakteri pada darah seperti infeksi Escherichia coli adalah yang paling sering terjadi, dan ini sangat fatal jika terjadi pada kehamilan. Sayangnya, 20 persen dari infeksi Escherichia coli disebabkan oleh makanan yang tercemar, yang mungkin termasuk sayuran hijau mentah seperti lalapan.


Makan Lalapan Boleh, Asalkan…


Tidak seperti sayuran lainnya, kecambah (seperti tauge dan alfalfa) membutuhkan suhu yang lebih lembap dan hangat untuk tumbuh. Di suhu tersebut, bakteri seperti Salmonela, Listeria, dan Escherichia coli lebih mudah berkembang biak. Maka, jika bumil ingin mengonsumsi sayuran mentah, pastikan Anda tidak mengonsumsi kecambah mentah, ya.

Menurut Foodsafety.org, mengonsumsi sayuran mentah boleh saja, asalkan Anda sudah mempraktikkan 4 langkah di bawah ini:



1. Bersihkan

Cuci tangan, peralatan, dan bersihkan permukaan yang akan digunakan untuk mencuci bersih sayuran. Ingat, bakteri bisa menempel di mana saja lho, Moms.

2. Pisahkan

Daging sapi, unggas, seafood, dan telur mentah bisa menyebarkan bakteri penyebab berbagai penyakit pada sayuran mentah Anda. Jadi pastikan sayuran yang akan dimakan mentah disimpan dalam tempat berbeda dari bahan makanan mentah lainnya.

3. Masak

Lebih aman jika dimasak! Masaknya juga harus dengan temperatur yang disarankan ya, Moms. Akan lebih baik jika Anda menggunakan termometer makanan agar lebih presisi.

4. Dinginkan

Saat menyimpan makanan ke dalam kulkas, dinginkan dengan baik ya, Moms. Anda harus tahu kalau bakteri penyebab keracunan makanan bisa berkembang baik dengan cepat pada suhu 4 sampai 60 derajat Celcius. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: lalapan,   sayuran,   nutrisi,   hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   kandungan,   janin








Cover Maret 2020