Mother&Baby Indonesia
Penyebab Kaki Bengkak saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Kaki Bengkak saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Saat hamil, berbagai perubahan pada tubuh akan Anda alami. Sebenarnya, perubahan ini adalah untuk menyesuaikan diri dengan kondisi kehamilan dan menunjang tumbuh kembang janin di dalam kandungan Anda, Moms.

Perubahan pada tubuh tersebut bisa jadi akan menyebabkan Anda mengalami aneka gangguan dan keluhan. Salah satunya adalah kaki yang membesar saat Anda tengah menjalani masa kehamilan. Namun, tak usah cemas jika kaki Anda bengkak saat hamil ya, Moms. Kondisi ini juga hanya bersifat sementara.

Kondisi yang disebut edema ini umumnya masih normal karena sekitar 75 persen ibu hamil mengalami masalah tersebut. Hal ini dikarenakan adanya penimbunan cairan dalam tubuh ibu hamil. Meskipun begitu, pembengkakan ini tidak hanya terjadi di kaki, tetapi bisa juga terjadi di bagian tubuh lain. Namun, yang paling sering dialami adalah pada bagian kaki.




Penyebab Kaki Membengkak saat Hamil

Perubahan metabolisme tubuh berpengaruh pada keseimbangan volumen cairan tubuh. Ketika sedang tidak hamil, volume air yang masuk ke dalam tubuh, kurang lebih sama dengan volume yang dikeluarkan. Akan tetapi, saat hamil, cairan yang berlebih tidak selalu dapat dikeluarkan dengan lancar. Jika ini terjadi, cairan yang berlebihan akan tertimbun dan tersimpan di jaringan-jaringan tubuh.

Nah, sesuai dengan sifat cairan yang mengalir ke tempat lebih rendah, maka jaringan yang menjadi tujuan dari cairan tersebut adalah bagian-bagian tubuh yang terletak di bawah. Itulah sebabnya kaki paling sering mengalami pembengkakan.



Tips Untuk Mengatasi Kaki yang Membengkak

Pembengkakan kaki yang dialami bumil mungkin tidak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi ada beberapa cara untuk menguranginya. Berikut ini tips mengatasi kaki bengkak saat hamil, Moms.

1. Saat duduk atau berbaring, angkat kaki Anda ke atas (bila mungkin, lebih tinggi dari jantung Anda).

2. Jangan menyilangkan kaki atau pergelangan kaki saat Anda sedang duduk.

3. Hindari berdiri terlalu lama.



4. Ketika duduk, gerakkan kaki Anda ke atas dan ke bawah sebanyak 30 kali. Anda juga bisa putar pergelangan kaki Anda 8 kali ke arah kanan dan sebaliknya. Lakukan gerakan ini secara bergantian pada kedua kaki.

5. Kenakan alas kaki atau kaus kaki yang nyaman.

6. Biasakan tidur dengan posisi miring ke kiri. Hal ini dilakukan mengingat pembuluh darah vena ada di sebelah kanan tubuh, sehingga posisi ini berdampak lebih baik terhadap upaya penurunan tekanan.

7. Minum banyak cairan, minimal 8 gelas per hari. Tindakan ini akan membantu membersihkan tubuh dari sisa-sisa metabolisme yang bisa meningkatkan risiko terjadinya pembengkakan.

8. Lakukan olahraga secara teratur, misalnya jalan kaki atau berenang.

9. Kompres bagian kaki yang bengkak dengan sesuatu yang dingin.

10. Minta pasangan untuk memijat kaki Anda dengan lembut. Arahkan ia untuk memijat dari pergelangan menuju tempurung kaki Anda menggunakan kedua tangannya. Anda bisa menggunakan oil atau krim untuk membuat kaki terasa lebih nyaman.


Kapan Mesti ke Dokter?

Meskipun kondisi kaki yang membengkak saat hamil masih dianggap normal, tapi ada sejumlah kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter, misalnya terjadi pembengkakan juga di bagian tubuh yang lain seperti tangan atau wajah dan tidak membaik dalam 1-2 hari.

Pembengkakan yang berlebihan bisa menjadi salah satu tanda pre-eklampsia atau tanda-tanda kerusakan organ, misalnya ginjal, apalagi jika hal tersebut juga ditandai dengan pertambahan berat badan Anda yang terjadi secara cepat. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   gangguan kehamilan,   kaki bengkak










Cover Mei-Juni-Juli 2020