Mother&Baby Indonesia
Kenali Penyakit Ginjal yang Menyerang Anak

Kenali Penyakit Ginjal yang Menyerang Anak

Kondisi kesehatan organ tubuh anak memang bukan hal yang mudah untuk dideteksi. Salah satunya adalah ginjal, yang bisa menjadi masalah kesehatan serius, bahkan hingga memengaruhi kualitas hidup pengidap selama tumbuh kembangnya.

Ada dua jenis penyakit ginjal. Yang pertama adalah penyakit ginjal akut yang disebabkan oleh paparan dari luar. Yang paling berisiko adalah karena efek samping dari obat-obatan tertentu, terutama obat-obatan yang harus dikonsumsi dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi.

Yang kedua adalah penyakit ginjal kronik (PGK) yang akan berpengaruh pada kualitas hidup penderita yang berbeda dengan anak lainnya. Tak hanya secara emosional dan sosial, perubahan juga bisa memengaruhi aktivitas anak yang menderita PGK menjadi terbatas. Agar semakin mengenal penyakit ginjal pada Hari Ginjal Sedunia yang jatuh pada 12 Maret lalu, ketahui seputar penyakit ginjal kronik selengkapnya di sini.




Gejala Penyakit Ginjal Kronis

Kondisi PGK disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

• Kelainan genetik sistinosis (kerusakan sel ginjal) dan sindrom Alport (gangguan pembentukan organ ginjal, telinga, dan mata).

• Si Kecil terlahir dengan satu ginjal atau hanya satu ginjal yang berfungsi.

• Penyumbatan saluran kemih.

• Diabetes, lupus, hipertensi.

• Terlahir dengan berat lahir rendah atau prematur.


Gejala dari PGK baru terlihat saat fungsi ginjal mulai menurun atau rusak, seperti:

1. Bengkak di bagian wajah, tangan, dan kaki.

2. Tidak nafsu makan dan sering muntah-muntah.



3. Kelelahan dan tampak pucat.

4. Merasa nyeri atau tampak rewel setiap buang air kecil.

5. Demam.

6. Frekuensi buang air kecil menjadi lebih jarang.

7. Pipis berdarah.

8. Sering mengalami sakit kepala.

9. Sesak napas.

10. Tumbuh kembang anak terhambat.


Penanganan Penyakit Ginjal

Apabila Si Kecil mengalami penyakit ginjal, maka penanganannya bisa dilakukan dengan mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Misalnya, dengan menurunkan tekanan darah menjadi normal atau mengobati infeksi bila terjadi pada anak Anda. Kondisi ini bahkan bisa dialami hingga seumur hidup anak. Maka yang terpenting, pengobatan harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal permanen, bahkan mengakibatkan gagal ginjal.

Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian obat sesuai dosis dan diresepkan oleh dokter. Selain itu, pilihan lain adalah melakukan cuci darah atau tindakan transplantasi ginjal. Hal ini sangat penting untuk dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar Si Kecil tetap bisa bertumbuh dengan baik dan kesehatannya terjaga hingga dewasa. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   kesehatan,   ginjal,   penyakit ginjal








Cover Maret 2020