Mother&Baby Indonesia
Tips Sarwendah Menyiapkan MPASI Tanpa Repot

Tips Sarwendah Menyiapkan MPASI Tanpa Repot

Bagi Sarwendah (30), penyanyi dan entrepreneur, kecukupan gizi buah hatinya, Thania Putri Onsu (9 bulan), merupakan prioritas utama. Lalu, bagaimana istri dari Ruben Onsu ini mengatasi berbagai tantangan makan Si Kecil? Bagaimana juga kiat Sarwendah sukses memberikan MPASI buat Thania? 

Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WIB saat M&B menemui Sarwendah dan Thania. Pagi itu, Thania sudah terlihat segar dan ceria. “Ini jam bangun Thania,” kata Sarwendah. Tak lama, Thania terlihat semangat menghabiskan MPASI-nya. Ini mengingatkan M&B tentang unggahan Sarwendah di media sosialnya yang memperlihatkan Thania menyantap makanannya dengan lahap. Ingin tahu kiat Sarwendah untuk sukses MPASI Thania? Simak Perbincangan M&B dengan Sarwendah berikut ini, Moms!

M&B: Seberapa penting pemenuhan gizi Si Kecil?

Sarwendah: Penting banget! Karena Thania masih dalam masa pertumbuhan, perlu diperhatikan pemenuhan kebutuhan gizinya agar pertumbuhannya optimal. Maka, saya pasti teliti apa saja yang ia makan.



M&B: Apa saja yang menjadi perhatian untuk memenuhi gizi Si Kecil?

Sarwendah: Setahu saya, bayi itu sedang butuh zat besi. Sumber zat besi biasanya dari daging merah, kan. Tapi berhubung Thania masih kecil, ia belum bisa mengonsumsi daging merah, belum sesuai. Jadi saya berikan CERELAC Risenutri, karena sudah ada zat besi dan vitamin-vitamin yang dibutuhkan. 

M&B: Bagaimana proses MPASI Thania?

Sarwendah: Prosesnya tak menyulitkan, karena MPASI pertama langsung menggunakan CERELAC Risenutri. CERELAC Risenutri adalah bubur polos yang sudah difortifikasi dengan tinggi zat besi, 10 vitamin, 6 mineral, omega-3 dan omega-6. Lima hari pertama saya memperkenalkannya dengan CERELAC Risenutri. Baru hari selanjutnya, saya mulai campurkan CERELAC Risenutri sebagai bahan dasar dengan brokoli. Mudah sekali, Thania makan dengan lahap, tidak cranky.


M&B: Bagaimana menyiapkan MPASI sehari-hari?

Sarwendah: Sekarang Thania lagi suka makan buah, jadi biasanya saya membuat MPASI dengan CERELAC Risenutri memakai topping buah. CERELAC Risenutri sendiri bisa dibuat sebagai makanan dengan citarasa asin atau manis. Kalau tidak, biasanya saya campur CERELAC Risenutri dengan brokoli, labu, atau sayuran lainnya. Karena buburnya mudah dibuat, saya tinggal kreasi topping-nya saja. Sementara ini Thania masih makan dengan menu tunggal, karena mau melihat ada kecenderungan alergi atau tidak. Tapi, untungnya sampai sekarang belum ada alergi. Haha. Jangan sampai alergi, deh, agar makannya mudah.

M&B: Apakah Anda memberikan MPASI instan? Bila ya, mengapa?

Sarwendah: Iya, saya berikan MPASI instan. Hmmm, sebenarnya saya belajar banyak dari proses MPASI Thalia (5), saat menyiapkan semua makanannya sendiri. Awalnya saya berpikir bahwa lebih baik menyiapkan sendiri semuanya. Jadi, dari buburnya hingga hal-hal lain, semuanya saya siapkan sendiri.

Tapi, ternyata pada saat itu kalau masak bubur kelamaan itu hasil teksturnya tidak konsisten. Sedangkan tekstur yang sesuai sangatlah penting untuk bayi yang baru belajar makan. Jadi dulu saya sempat repot untuk memastikan tekstur bubur yang sesuai, sering harus disaring lagi agar teksturnya pas.

Hasilnya bubur jadi kurang hangat, tidak bisa memenuhi selera Thalia. Akhirnya, ia jadi cranky. Thalia makan tidak semudah Thania. Jadi waktu itu saya terlalu fokus untuk membuat buburnya, sehingga tidak sempat kasih banyak variasi MPASI karena ia sudah menangis. Kalau sudah menangis, otomatis ibunya jadi panik. Akhirnya, saat makan tidak happy atau mood-nya hilang jadi makan sudah tidak nikmat.



M&B: Mengapa Anda memilih CERELAC Risenutri?

Sarwendah: Kenapa saya memilih CERELAC Risenutri? Ya, karena sudah difortifikasi dengan tinggi zat besi, 10 vitamin, 6 mineral, omega-3 dan omega-6. Selain itu, sangat praktis juga. Jadi saya hanya tinggal kreasikan topping-nya. Porsi Thania sekitar enam sampai tujuh sendok CERELAC Risenutri.

Biasanya kalau dibuat satu porsi sekaligus ternyata saat sudah beberapa suap jadi agak dingin. Padahal Thania sangat suka kalau makanannya hangat. Triknya, saya selalu membuatnya sebanyak dua kali. Kalau sudah hampir habis, saya baru buat lagi. Sebenarnya porsi anak-anak hanya lima sendok. Haha, gembul memang. Dan ia makannya habis. Sebenarnya, tujuan utama saat anak pertama kali makan bukan seberapa banyak ia makan, tapi bagaimana ia mengenal rasa. Tapi karena Thania suka, jadinya habis terus. Memang instan, tapi sudah teruji semuanya. Jadi ya, akhirnya saya lebih pilih CERELAC Risenutri.

M&B: Dilihat dari media sosial, Thania terlihat gemar makan. Apakah benar?

Sarwendah: Benar banget, haha. Thania suka banget makan. Saya sampai berkonsultasi dengan dokter karena Thania sudah lebih dari tujuh bulan dan makannya cukup banyak. Haha. Dari yang saya baca, anak seumur Thania biasanya makan sebanyak dua kali sehari. Ya, Thania memang makan besar sehari dua kali, tapi ia masih ngemil banyak camilan lain. Akhirnya saya konsultasi dengan dokter, anak kecil umumnya makannya berapa kali dan ngemil bolehnya berapa kali? Haha. Di luar itu, Thania juga masih kuat menyusu. Tapi, untungnya menurut dokter, Thania masih termasuk aman. Haha. Sejauh ini tidak ada gangguan selama proses MPASI, asupan susunya masih bagus, makannya juga bagus banget.

M&B: Sekarang Thania lagi suka makan apa?

Sarwendah: Sebenarnya kemarin itu saya sempat bingung buah apa aja sih, yang boleh. Semuanya sih, sudah saya coba berikan. Labu parang sudah, brokoli, bayam merah, bayam hijau, wortel, saya sudah cobain ke dia. Nah, kalau buah-buahan, Thania ternyata suka nanas. Asam, kan? Tapi ia makannya semangat, mungkin asam-asam segar kali ya.

M&B: Adakah tantangan saat proses MPASI Thania?

Sarwendah: Bersyukur tidak ada selama ini. Benar-benar tak ada penolakan sama sekali. Selain itu, saya sering traveling bersama Thania dan pastinya tidak mau jam makannya terlewat. Karena anak seumur Thania jadwal makannya harus konsisten, maka saya memberikan CERELAC varian lainnya. Proses makan Thania jadi gampang. Kalau di pesawat, saya tinggal minta air panas, lalu seduh. Saya paling hanya harus bawa topping-nya saja. Lagipula sekarang sudah ada sayur atau buah organik yang pressed dan berbentuk bubuk sehingga mudah dibawa. Jadi bisa dibilang perbedaan MPASI Thalia dan Thania tuh, jauh banget.

M&B: Apa saja perbedaan antara proses MPASI Thalia dan Thania?

Sarwendah: Saya berpikir, kenapa tidak ada CERELAC Risenutri dari dulu, ya? Haha. Inget banget, dulu saat MPASI Thalia saya benar-benar merasa pusing. Misalnya, saat harus makan padahal sedang di dalam pesawat. Karena sudah duduk lama di pesawat, momen makan jadi tidak nyaman. Sebenarnya memang bukan tempatnya untuk makan juga, kan. Jadi sangat repot kalau harus menyiapkan banyak hal untuk makan Thalia. Kalau CERELAC Risenutri tinggal seduh, jadi waktu makan Thania kini tidak pernah kelewatan dan tidak pernah rewel, bahkan kalau sedang di pesawat.

M&B: Apa tips MPASI sukses ala Sarwendah?

Sarwendah: Yang pasti gizinya harus terpenuhi. Hal itulah yang paling penting. Jam makan anak juga harus pas, sehingga anak-anak tidak cranky. Selain itu, lebih baik perbanyak bonding time. (M&B/Gabriella Agmassini/ND/SW/Dok. M&B)



Tags: bayi,   mpasi,   cerelac risenutri








Cover Maret 2020