Mother&Baby Indonesia
Bayi Menolak saat Diberikan MPASI, Wajarkah?

Bayi Menolak saat Diberikan MPASI, Wajarkah?

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi Anda di masa-masa awal tidak selalu berjalan dengan sukses dan menyenangkan. Bisa jadi Moms akan menghadapi sejumlah tantangan saat menyuapi Si Kecil, misalnya ia menolak makanan yang diberikan.

Penolakan Si Kecil tersebut juga bisa bermacam cara Moms, mulai dari menutup mulutnya, menangis, meronta-ronta, hingga melepehkan makanan yang Anda berikan. Jika Anda mengalami hal ini, jangan langsung emosi dan memarahinya ya, Moms.

Sebenarnya penolakan bayi terhadap MPASI yang Anda berikan adalah hal yang wajar. Menurut Leanne Cooper, nutrisionis dan penulis buku What Do I Feed My Baby? A Step-By-Step Guide to Starting Solids, ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa bayi menolak makanan.



Cooper menjelaskan bahwa Si Kecil mungkin saja masih merasa asing dengan makanan yang Anda berikan. Biasanya ia hanya tahu makanan cair (ASI), jadi ketika diberi makanan dengan bau dan tekstur yang berbeda, ia akan langsung menolak.

Ketika Si Kecil melepehkan makanannya pun, itu berarti ia sedang dalam tahap belajar mengenal rasa dan tekstur makanan. Saat pertama kali mencoba MPASI, tidak ada jaminan bahwa bayi Anda akan langsung menyukainya. Bahkan penelitian mengungkapkan bahwa bayi butuh 10-15 kali mencoba makanan yang sama hingga ia bisa menyukai suatu makanan. Dan ia akan meresponsnya dengan cara melepehkan.


Trik Memberikan MPASI pada Bayi

Melihat bayi menolak makanan bisa jadi membuat Anda jengkel. Meskipun begitu, Moms tidak perlu khawatir dan jangan pernah menyerah untuk memberikan bayi Anda MPASI. Agar Si Kecil mau dan tidak menolak makanan yang Anda berikan, berikut cara untuk menyiasatinya, Moms.

1. Berikan Secara Bertahap



Dalam jurnal Eat For Health: Infant Feeding Guidelines yang ditulis oleh National Health and Medical Research Council, sebaiknya Anda memberikan makanan sesuai dengan tahapan yang direkomendasikan WHO. Tahap pertama adalah membiasakan bayi makan bubur saring atau bubur susu (puree) di usia 6-7 bulan. Tahap kedua, Moms bisa mengenalkan tekstur baru lewat nasi lembek atau nasi tim di usia 8-9 bulan. Tahap ketiga, ia sudah dapat mengenal tekstur yang lebih padat dan kental. Karena itu, berikan Si Kecil finger foods seperti wortel, kentang, apel, dan biarkan ia memegang makanannya sendiri di usia 10-12 bulan. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menentukan pilihan makanan bagi Si Kecil.

2. Bukan Berarti Tak Suka

Si Kecil menolak makanan baru yang Anda berikan padanya, bukan berarti ia tidak suka, lho! Dr. William Sears, M.D., penulis The Family Nutrition Book menyarankan agar Anda tidak langsung mencoret makanan yang ditolak dari daftar menu Si Kecil. Bayi memang lambat menerima rasa dan tekstur baru, Moms. Jika hari ini ia tidak mau makan bubur wortel buatan Anda, berikanlah lagi esok hari. Anda akan terkejut ketika keesokan harinya, Si Kecil dengan lahap memakan bubur wortel tersebut. Berikanlah pelan-pelan dengan jumlah yang sedikit dahulu beberapa kali sehari. Jadi, sabar dan telaten adalah kuncinya!

3. Satu Orang Saja

Walaupun Si Kecil makan dengan keluarga, tapi usahakan agar yang menyuapinya hanya satu orang saja. Setidaknya, lakukan ini hingga ia berusia 1 tahun. Tentu saja Andalah yang direkomendasikan untuk menyuapi bayinya. Dengan intens memberi makan, Anda akan mengenal perilaku bayi ketika disuapi, cara makannya, tekstur, hingga rasa makanan yang ia suka. Si Kecil juga akan merasa nyaman bila disuapi hanya oleh satu orang. Dengan begitu, ia tak akan menolak diberikan makanan oleh Anda. Kecuali, ketika Anda mengenalkan jenis makanan baru padanya. Adaptasi terhadap jenis makanan baru pun tidak membutuhkan waktu yang lama. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   makanan pendamping asi,   mpasi