Mother&Baby Indonesia
Manfaat dan Dampak Terapi Uap untuk Pengobatan Bayi

Manfaat dan Dampak Terapi Uap untuk Pengobatan Bayi

Sakit batuk dan pilek memang bisa dialami anak sewaktu-waktu, terutama saat musim pancaroba seperti saat ini. Karena masih bayi, Si Kecil pun tidak boleh diberikan obat sembarangan. Hanya pemberian ASI yang dianggap bisa membantu menyehatkannya.

Selain itu, ternyata ada cara lain yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit bapil anak, yaitu dengan terapi uap. Metode ini diharapkan bisa mengencerkan dahak agar Si Kecil dapat bernapas dengan baik. Agar lebih mengenal tentang terapi uap, berikut penjelasannya untuk Anda, Moms.




Manfaat Terapi Uap

Terapi uap memang bisa diberikan untuk semua usia, baik dari usia bayi hingga orang dewasa. Ada beberapa manfaat yang bisa didapat ketika Si Kecil menerima terapi uap, di antaranya:

Mengatasi dahak

Dahak yang muncul ketika mengalami batuk dan pilek memang bisa menghambat saluran pernapasan. Hal ini tentu membuat Si Kecil jadi sulit bernapas melalui hidung, sehingga ia menggunakan mulutnya sebagai saluran pengganti. Untuk mengatasi hal ini, terapi uap menjadi satu cara yang cukup efektif untuk mengencerkan dahak dan mengembalikan fungsi saluran napasnya.

Mengurangi gejala asma

Masalah gangguan pernapasan seperti asma memang cukup mengganggu kenyamanan bayi, bahkan bisa membahayakan kondisi kesehatannya. Terapi uap akan membantu membuka saluran napas yang tadinya sempit, dan biasanya diberikan jika gejala asma tersebut kambuh sewaktu-waktu.

Meredakan radang

Selain batuk dan pilek, radang juga bisa dialami Si Kecil yang membuatnya tenggorokannya terasa tidak nyaman. Kondisi ini menimbulkan rasa panas dan ia jadi sulit menelan sesuatu. Melakukan terapi uap dilansir bisa membantu meringankan kondisi ini.




Dampak Jika Asal Dilakukan


Walaupun dianggap bisa melancarkan saluran napas kembali saat Si Kecil mengalami bapil, namun terapi uap bukan satu-satunya solusi. Bahkan, beberapa dokter menyebutkan bahwa terapi ini tidak memberikan manfaat apa pun pada bayi yang mengalami bapil biasa.

“Terapi uap memang dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak, terutama bayi, yang menderita asma. Tapi untuk penyakit umum (seperti bapil) atau selesma tidak dianjurkan, karena memang tidak bermanfaat,” ungkap dr. Meta Hanindita, Sp.A.

Apabila dilakukan secara asal, terapi uap seperti dengan menggunakan nebulizer, malah bisa berisiko. Efek samping yang timbul adalah terjadi kontraksi pada pembuluh darah, serta terjadi penyempitan pada pembuluh darah di bagian tubuh yang lain, seperti di mata atau organ jantung.

Hal tersebut terjadi karena kandungan obat, salah satunya ipratropium bromide. Obat jenis antikolinergik ini memang bisa melegakan saluran pernapasan, tetapi dapat mempersempit organ tubuh lain. Akibatnya, tekanan darah meningkat dan denyut jantung menjadi lebih cepat.


Atasi dengan Cara Sederhana

Ketika bayi menderita bapil, Moms bisa mengatasinya di awal dengan memberikan krim atau minyak telon/kayu putih untuk menghangatkan tubuhnya. Ubah juga suhu ruangan agar lebih hangat namun tetap sejuk agar Si Kecil juga tidak merasa kepanasan.

Apabila gejala batuk dan pilek semakin parah hingga mengganggu pernapasannya, akan lebih baik jika langsung berkonsultasi dengan dokter anak Anda. Dengan begitu, pengobatan penyakitnya bisa lebih tepat dan Si Kecil bisa kembali sehat. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   kesehatan,   terapi uap,   batuk,   pilek










Cover Mei-Juni-Juli 2020