Mother&Baby Indonesia
Biduran pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Biduran pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Reaksi alergi yang muncul karena masuknya zat alergen dalam tubuh tentu berbeda-beda. Salah satunya adalah urtikaria, yang juga dikenal dengan biduran atau kaligata, yang menandakan sistem kekebalan tubuh sedang merespons zat beracun yang masuk ke dalam tubuh.

Terdapat berbgai varian urtikaria, antara lain immunoglobin E akut (IgE)-mediated urticaria, kimia-induced urticaria (non-IgE-mediated), urtikaria vaskulitis, urtikaria autoimun, urtikaria kolinergik, muckle-wells syndrome, dan lainnya. Agar lebih jelas, ketahui hal-hal berikut ini, Moms!




Penyebab dan Gejala Urtikaria

Umumnya, urtikaria terjadi ketika tubuh melepaskan zat histamin, yaitu zat yang menandakan respons tubuh terhadap alergi. Makanan seperti ikan laut, susu, telur, kacang-kacangan, keju, atau cokelat) bisa menjadi pemicu alergi (alergen) yang menjadi penyebab urtikaria.

Selain itu, alergen juga bisa dipicu dari mengonsumsi obat-obatan (antibiotik, aspirin, atau kodein), terkena infeksi (bakteri, virus, atau parasit), tersentuh tanaman (getah atau bulu halus), suhu panas, keringat, sengatan serangga, bahkan stres.

Jika terkena pemicu tadi, maka pada kulit Si Kecil akan tampak ruam yang menonjol berwarna merah dan terasa gatal. Ruam tersebut akan berwarna putih jika ditekan. Ukurannya pun bervariasi dan biasanya seperti berkumpul di beberapa area tubuh.

Kemunculan biduran ini biasanya terjadi pada area wajah, mata, lengan, kaki, perut, dan punggung. Umumnya, kulit akan kembali normal dalam 2 hari. Namun, pada urtikaria vaskulitis, yaitu urtikaria yang terjadi pada pembuluh darah di dalam kulit, ruam akan timbul lebih lama, lebih gatal, perih, dan menimbulkan memar.




Yang Harus Dilakukan


Urtikaria dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Hal yang harus diperhatikan adalah lindungi tangan Si Kecil agar ia tidak menggaruk terlalu kuat sehingga menimbulkan luka. Hindari pula paparan udara dingin atau angin.

Jika urtikaria tidak segera hilang, berikan obat alergi misalnya antihistamin. Namun, apabila kondisi ini tak berangsur reda, Moms dianjurkan untuk membawa Si Kecil ke dokter, terlebih bila urtikaria diikuti gejala tak biasa, seperti sesak napas, meriang, muntah-muntah, hingga demam yang tinggi. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   kesehatan,   urtikaria,   biduran,   alergi