Mother&Baby Indonesia
5 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak

5 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak

Penyakit kanker tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak juga banyak yang terkena penyakit ini. Risiko kanker memang umumnya meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Namun, tak demikian untuk kanker pada anak, karena biasanya penyebabnya juga lain.

Nah, memperingati Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Februari, saatnya kita lebih peduli dengan hal ini, karena 4 persen dari kasus kanker di dunia terjadi pada anak, dan setiap tahun ada ribuan kasus baru yang ditemukan.

Kanker pada anak terjadi karena banyak faktor. Belum ada penelitian yang bisa memastikan apa penyebab dari kanker pada anak secara umum. Namun, jika ditangani dengan cepat dan tepat, kanker pada anak bisa disembuhkan dan anak bisa kembali tumbuh dengan baik.



Jenis kanker memang bermacam-macam, tapi ada 5 jenis kanker yang sering menyerang bayi dan anak-anak. Berikut ke-5 jenis kanker tersebut, Moms.


1. Leukimia

Jenis kanker ini menyerang sel darah putih dan sumsum tulang serta menyebabkan pembentukan sel leukosit abnormal. Dampaknya adalah berhentinya pembentukan leukosit, diikuti gangguan produksi trombosit dan eritrosit.

Bila kadar eritrosit dalam darah rendah, anak akan terlihat pucat. Selain itu, anak sering mengalami demam tanpa diketahui penyebabnya akibat kadar leukosit di dalam darah yang rendah dan juga perdarahan, seperti perdarahan kulit, gusi, atau mimisan akibat kadar trombosit di dalam darah yang rendah. Di tahap lanjut, anak akan mengalami kejang, pembengkakan gusi, nyeri tulang, perut terlihat membesar, dan testis tampak membesar dan keras.


2. Retinoblastoma

Dikenal juga dengan istilah kanker mata, jenis kanker ini sering ditemukan pada bayi dan anak usia 2 tahun. Kanker ini biasanya dikenali karena adanya kejanggalan pada mata bayi yang memerah, terlihat seperti mata kucing atau memantulkan cahaya, terjadi gangguan penglihatan, atau juling.

Khusus tentang mata merah, biasanya orang tua akan memberi obat tetes mata yang dijual bebas di pasaran. Orang tua boleh saja melakukan tindakan tersebut. Namun bila dalam 3 hari tidak ada perbaikan kondisi, segera bawa Si Kecil ke dokter karena mungkin saja itu gejala awal kanker mata.




3. Osteosarkoma

Kanker tulang atau osteosarkoma adalah penyakit yang banyak diidap oleh anak-anak dan juga remaja pada rentang usia 0-24 tahun. Jenis kanker ini bisa menyerang tulang mana pun di dalam tubuh, namun umumnya terjadi di tungkai, lengan, dan panggul.

Waspada bila terlihat ada bengkak pada tangan atau kaki. Pembengkakan ini biasanya dapat disertai dengan demam atau nyeri. Penderita biasanya akan merasakan nyeri pada area tulang yang terkena, kemudian muncul pembengkakan dan peradangan di sekitar area tulang yang terasa nyeri. Kanker ini juga bisa menyebabkan tulang menjadi rapuh.


4. Neuroblastoma

Neuroblastoma merupakan jenis kanker yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang pada bayi dan balita. Jenis kanker ini lebih sering terjadi pada salah satu kelenjar andrenal di ginjal, atau pada jaringan saraf tulang belakang yang membentang dari leher, dada, perut, hingga panggul.

Gejalanya bisa bermacam-macam, tergantung pada bagian tubuh yang terserang. Gejala awal dapat terlihat samar dan sulit ditemukan. Umumnya, orang tua atau dokter baru menyadari adanya neuroblastoma saat muncul benjolan tidak wajar seperti di bagian perut, leher, atau dada.


5. Limfoma

Limfoma adalah kanker yang berkembang di sistem getah bening. Pembuluh sistem getah bening membawa cairan yang mengandung sel darah putih atau limfosit yang melawan infeksi. Jenis kanker ini menyebabkan pembengkakan di sekitar kelenjar yang terdapat sel kanker, seperti di leher, ketiak, dan pangkal paha. Gejalanya, keringat berlebih, lemas, demam serta penurunan berat badan secara drastis. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   balita,   kanker,   kanker pada anak,   hari kanker anak sedunia










Cover Mei-Juni-Juli 2020