Mother&Baby Indonesia
Popok Kain Vs Popok Sekali Pakai, Mana yang Lebih Baik?

Popok Kain Vs Popok Sekali Pakai, Mana yang Lebih Baik?

Salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi saat memiliki bayi adalah popok. Pemilihan popok pun harus yang tepat, karena pemakaiannya bersentuhan langsung dengan kulit Si Kecil. Jika popok yang dikenakan padanya kurang cocok, hal ini bisa menimbulkan iritasi berupa ruam di area genitalnya.

Karena itu, Moms harus cermat dalam mengetahui pilihan popok yang ada di pasaran. Jenisnya ada 3, popok sekali pakai, popok kain, serta cloth diaper. Lalu dari ketiga popok ini, manakah yang paling baik dipakaikan kepada Si Kecil? Simak penjelasannya berikut ini, Moms!




Popok Sekali Pakai

Disposable diaper atau popok sekali pakai ini memang masih sering dipilih oleh Moms. Alasannya, sangat mudah dipakaikan pada Si Kecil, praktis untuk dibawa bepergian karena bisa langsung dibuang, dan tersedia dalam beberapa ukuran. Bahkan sudah banyak brand popok yang menyediakan ukuran newborn. Di dalamnya sudah berisi bahan seperti gel peresap cairan, sehingga tidak mudah bocor dan tak perlu terlalu sering diganti.

Namun, pastikan popok memiliki ruang terbuka untuk mengalirkan udara, sehingga kulit bayi tak lembap, tetap kering, dan membuat Si Kecil merasa nyaman. Perhatikan juga bahwa popok sekali pakai menggunakan bahan kimia yang menyebabkan reaksi alergi. Untuk mencegah iritasi, Moms perlu menggantinya sekitar 6 sampai 10 kali per 24 jam.


Popok Kain

Jenis popok berbahan kain adalah yang paling sering digunakan sejak dahulu. Popok ini dianggap lebih aman untuk kulit bayi karena bebas dari bahan kimia. Karena perlu segera diganti jika Si Kecil BAB atau BAK, maka popok jenis ini dapat mengurangi risiko iritasi kulit. Harganya pun lebih terjangkau dan bisa menghemat biaya karena bisa dipakai berulang kali.


Cloth Diaper

Selain popok yang berbahan kain, ada juga popok yang dianggap lebih sehat, yaitu cloth diaper. Popok jenis ini tidak mengandung bahan kimia, bisa dipakai berulang kali sehingga lebih hemat dan lebih ramah lingkungan. Desainnya bisa diatur sesuai ukuran Si Kecil, sehingga tidak akan terlalu besar atau terlalu sempit.




Kekurangan Popok


Dari ketiga jenis popok tersebut, masing-masing tentu memiliki kekurangan. Dimulai dari popok sekali pakai, yang tentunya membutuhkan dana lebih banyak, sebab Anda harus membeli popok secara berkali-kali. Dan karena hanya bisa dipakai satu kali, popok jenis ini kerap dianggap tidak ramah lingkungan dan sulit terdegradasi oleh tanah.

Sedangkan popok kain, meski dianggap lebih baik dari popok sekali pakai, memiliki daya serap hanya satu kali pakai, sehingga sering terjadi bocor. Karena harus sering diganti, Moms pun perlu mencucinya sesegera mungkin. Belum lagi pemilihan detergen khusus bayi yang diperlukan untuk mencegah alergi pada kulit bayi, serta waktu mengeringkannya yang cukup lama.

Hal ini pun berlaku pada cloth diaper, yang walaupun daya serapnya lebih banyak dari popok kain, proses membersihkannya juga memakan waktu. Seiring anak yang bertambah besar, Moms pun harus membeli cloth diaper baru yang ukurannya lebih besar. Kondisi tersebut menjadikan popok kain maupun cloth diaper kurang praktis, apalagi jika dibawa bepergian.


Mana yang Lebih Baik?

Sebenarnya, apa pun pilihan popok yang digunakan, kembali pada kenyamanan Si Kecil. Jika bayi sudah memperlihatkan rasa nyaman, maka orang tua bisa memakaikannya. Yang penting untuk diingat, Moms dan Dads harus rajin memeriksa bayi saat ia BAB atau BAK, untuk menghindari bakteri dari kotorannya sendiri yang bisa menimbulkan infeksi. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   popok,   popok sekali pakai,   popok kain,   cloth diaper










Cover Mei-Juni-Juli 2020