Mother&Baby Indonesia
Bayi Alergi Pisang, Ini Tandanya, Moms!

Bayi Alergi Pisang, Ini Tandanya, Moms!

Berwarna kuning, rasanya manis, dan bertekstur lembut. Dengan karakteristik tersebut, pisang menjadi salah satu buah yang paling sering dikonsumsi. Apalagi buah ini memiliki berbagai macam jenis dan hampir semuanya mudah didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Selain rasanya enak, pisang memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Buah yang satu ini mengandung banyak nutrisi termasuk kalium, vitamin B6, vitamin C, tembaga, mangan, karbohidrat, protein, dan sedikit lemak.

Sayang, tak semua orang bisa mengonsumsi pisang. Meski jarang terjadi, sebagian orang ternyata mengalami alergi ketika memakan buah ini. Faktanya, hanya sekitar satu persen orang dari seluruh dunia yang mengalami alergi pisang.




Faktor Risiko Alergi Pisang

Alergi juga bisa terjadi pada Si Kecil. Sama seperti penyebab alergi pada umumnya, alergi pisang bisa terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bayi bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya. 

Dalam kasus pisang, alergi buah ini bisa muncul apabila Si Kecil memiliki riwayat alergi lateks. Pasalnya, protein dalam pisang mirip dengan protein dalam lateks yang sering digunakan sebagai bahan pembuat sarung tangan lateks dan balon.

Selain itu, bayi juga berisiko mengalami alergi terhadap pisang jika memiliki kondisi-kondisi berikut:

• Memiliki riwayat eksim atau dermatitis atopik.

• Alergi terhadap hal lain, termasuk makanan, serbuk sari, dan tanaman.

• Memiliki riwayat sindrom alergi oral dengan jenis makanan apa pun.

• Memiliki penyakit asma.

• Memiliki riwayat keluarga alergi, terutama pisang.


Gejala Alergi

Seperti kebanyakan alergi, intoleransi terhadap pisang bisa berbeda-beda bentuknya pada setiap bayi dari yang ringan hingga serius. Kondisi ini bergantung dari bagaimana tubuh Si Kecil bereaksi terhadap zat yang dikira berbahaya dan seberapa banyak zat tersebut masuk ke dalam tubuh.



Alergi yang relatif ringan atau yang disebut sindrom alergi oral (OAS) terjadi saat pisang (termasuk kulitnya) bersentuhan dengan kulit, bibir, mulut, dan tenggorokan Anda. OAS disebabkan oleh adanya protein dalam buah atau bahan tanaman lainnya yang serupa dengan yang ditemukan pada serbuk sari. Gejala OAS meliputi:

• Timbul ruam atau luka di mulut, bibir, atau lidah

• Sakit atau gatal di bibir, lidah, atau tenggorokan

• Pembengkakan bagian mulut, lidah, atau tenggorokan

• Sensasi kesemutan pada bibir setelah makan pisang

• Mual dan muntah

• Sakit perut

• Diare

• Pada bayi, alergi pisang bisa juga menimbulkan gejala seperti sesak napas, ketegangan pada dada, desah, hidung tersumbat, batuk, dan hidung berair.

Pada orang dewasa, gejala alergi yang ringan pada umumnya bisa diredakan dengan obat antihistamin. Akan tetapi Moms disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter apabila bayi Anda mengalami alergi.

Guna mencegah alergi pada bayi, Moms memang sebaiknya tidak memilih pisang sebagai menu MPASI pertama bagi Si Kecil. Wortel yang direbus masih lebih aman untuk dikonsumsi bayi ketimbang pisang. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   alergi,   pisang








Cover Januari - Februari 2020