Mother&Baby Indonesia
Waspada Hemangioma, Gumpalan Merah pada Tubuh Bayi

Waspada Hemangioma, Gumpalan Merah pada Tubuh Bayi

Moms, apakah di tubuh Si Kecil terlihat benjolan berwarna merah? Anda perlu mewaspadai kondisi yang disebut hemangioma ini. Hemangioma sendiri merupakan tumor jinak yang disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal.

Umumnya, kondisi ini merupakan bawaan lahir yang berupa benjolan merah atau sering disebut juga strawberry mark. Benjolan pun timbul di beberapa bagian tubuh, seperti di kulit kepala, wajah, dada, atau punggung, dengan ukuran yang berbeda-beda pada setiap bayi.

Hingga saat ini belum diketahui jelas penyebab dari timbulnya hemangioma. Namun beberapa studi memperkirakan keturunan sebagai salah satu faktornya. Selain itu, ada beberapa faktor lain, di antaranya kelahiran prematur, memiliki berat badan rendah, mengalami gangguan perkembangan selama dalam kandungan, atau karena bayi merupakan ras berkulit putih.




Jenis Hemangioma pada Bayi

Dilansir dari Healthy Children, hemangioma dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

• Superficial hemangioma (tanda stoberi): benjolan mulai muncul sebagai bercak kecil berwarna putih, merah muda, atau kemerahan pada kulit yang dengan cepat berubah menjadi lesi merah dengan warna lebih terang. Letaknya bisa terfokus pada satu tempat atau tersebar di area lain yang lebih luas.

• Deep hemangioma: kondisi yang menunjukkan permukaan yang halus dan terbentuk di bawah kulit. Jenis hemangioma ini berwarna kebiruan dan menyerupai memar. Beberapa bahkan bisa menyebabkan kulit bayi terlihat bengkak.

• Hemangioma campuran: ini merupakan kondisi kombinasi dari dua jenis hemangioma yang disebutkan di atas.




Diagnosa dan Pengobatan

Hemangioma dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik Si Kecil. Tes pemeriksaan darah atau memeriksa sampel dari jaringan hemangioma akan dilakukan jika tampak benjolan yang tidak normal atau menimbulkan luka. Apabila kondisi yang mencurigakan ini dikhawatirkan dapat membahayakan bayi Anda, maka akan dilakukan pemeriksaan tambahan. Mulai dari USG Doppler, CT scan, atau MRI menjadi metode yang digunakan untuk melihat pertumbuhan dari hemangioma tersebut.

Meski tak selalu membutuhkan pengobatan, anak harus tetap diperiksakan ke dokter untuk mencegah pendarahan hingga infeksi yang bisa terjadi akibat kondisi ini. Selain itu, Si Kecil juga perlu mendapatkan konsultasi jika sudah menunjukkan gejala seperti adanya gangguan penglihatan, pendengaran, pernapasan, dan masalah pada perutnya.

Untuk penanganannya, dokter akan memberikan obat-obatan kortikosteroid, sebagai alternatif gel beta blockers (dengan propranolol sebagai perawatan utama). Sebab, efek samping dari gel ini bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, glukosa tinggi, serta mengi.

Obat kotikosteroid sendiri diberikan melalui suntikan, pil, atau krim kulit. Penggunaan laser juga bisa berikan sebagai metode pengobatan. Hal ini akan membantu menghilangkan hemangioma serta meringankan rasa sakit dan nyeri pada Si Kecil. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   penyakit bayi,   hemangioma








Cover Januari - Februari 2020