Mother&Baby Indonesia
Waspada! Stres pada Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Otak Janin

Waspada! Stres pada Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Otak Janin

Kehamilan tidak hanya mendatangkan kebahagiaan, tetapi juga bisa menimbulkan stres dan depresi pada ibu hamil. Sebenarnya, kekhawatiran dan kecemasan yang dirasakan terkait kondisi kehamilan dan janin merupakan hal yang normal dan dialami oleh semua calon ibu.

Namun, jika kekhawatiran dan kecemasan berlangsung terus-menerus tanpa ada solusi, hal ini akan meningkat menjadi stres. Dan jika stres yang muncul tidak bisa Anda kelola dengan baik, masalah tersebut bisa jadi gangguan buat kondisi kehamilan Anda dan bahkan janin dalam kandungan.




Dampak Stres pada Otak Janin

Ya, stres pada ibu hamil akan memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan, salah satunya adalah gangguan pada perkembangan otak janin. Pasalnya, saat stres, tubuh bumil akan menghasilkan hormon kortisol.

Sebuah penelitian asal Inggris mengungkap bahwa benih stres atau depresi dapat diturunkan di dalam rahim. Artinya, ibu yang mengalami kondisi stres atau depresi saat hamil, sangat mungkin diturunkan pada bayi saat ia tumbuh dewasa nanti. Risiko mengalami stres atau depresi ini bahkan bisa mencapai hingga tiga kali lipat.

Penelitian ini menduga bahwa paparan hormon kortisol tingkat tinggi yang dialami ibu hamil dapat terasa efeknya di dalam rahim. Paparan hormon stres tersebut akan memberikan efek negatif pada otak janin.

Meskipun begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi kaitan antara stres dan gangguan pembentukan otak janin. Diperlukan pemeriksaan lebih menyeluruh untuk mengetahui faktor psikologis bumil sebagai bagian rutin dari pemeriksaan prenatal. Namun, terlepas dari semua itu, hal yang perlu Anda lakukan adalah mengelola dan mengatasi stres yang muncul agar tidak berisiko pada janin Anda, Moms.


Cara Mengurangi Stres saat Hamil

Karena dampak negatif stres yang bisa berpengaruh pada kondisi kehamilan dan janin, bumil dianjurkan untuk bisa mengelola mood atau suasana hati agar tidak berkembang menjadi stres. Untuk itu, Moms bisa melakukan beberapa cara untuk mengurangi stres selama hamil, yaitu:

1. Mengenali gejala dan tanda stres



Anda perlu mengenali gejala dan tanda stres, baik fisik maupun emosional, seperti jantung yang berdenyut lebih cepat, sakit kepala, susah tidur, otot-otot terasa tegang, cepat merasa lelah, mudah marah, sedih, dan menangis. Bila ini terjadi, tenangkan diri Anda dengan minum air putih ataupun mendengarkan lagu-lagu favorit.

2. Tetaplah melakukan kesibukan

Semakin banyaknya waktu senggang akan bisa membuat Anda memiliki semakin banyak pikiran yang berujung pada stres. Untuk meminimalisir hal tersebut, Moms dapat menghabiskan waktu dengan melakukan kesibukan, seperti memasak, membuat kue, pergi ke mal, atau bertemu dengan teman-teman.

3. Yoga atau berenang

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa yoga dapat membantu mengurangi risiko kecemasan dan depresi yang kerap dialami wanita hamil. Anda juga bisa berenang dan bermain air. Kedua aktivitas tersebut efektif mengurangi stres.

4. Babymoon

Babymoon bisa menjadi salah satu cara untuk menghilangkan stres Anda. Mintalah pasangan untuk mengajak Anda babymoon. Tidak perlu jauh, yang penting Anda berdua bisa menikmati tempat yang menenangkan, jauh dari keramaian, berudara bersih dan sejuk, serta membuat pikiran menjadi rileks. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   stres pada ibu hamil,   janin,   otak janin