Mother&Baby Indonesia
Apakah Usia Bisa Memengaruhi Kesuburan? Ini Jawabannya

Apakah Usia Bisa Memengaruhi Kesuburan? Ini Jawabannya

Jangan terlalu lama menunda kehamilan! Cepat-cepatlah menikah dan hamil, mumpung masih muda! Moms mungkin sering mendengar pernyataan semacam itu. Seringkali, kalimat-kalimat semacam itu membuat Anda kesal. Namun tahukah Moms? Saran-saran tersebut sesungguhnya ada benarnya lho.

Faktanya, bertambahnya usia memang bisa memengaruhi tingkat kesuburan seorang wanita. Hal ini disebabkan karena seiring bertambahnya usia maka jumlah dan kualitas sel telur pun akan terpengaruh.

Pada umumnya, ketika usia Anda bertambah, maka jumlah dan kualitas sel telur akan menurun. Perlu diketahui, kualitas dan jumlah sel telur akan berkurang lebih cepat pada pertengahan usia 30-an.




Peluang Kesuburan Berdasarkan Kelompok Usia

Jika Anda tengah merencanakan kehamilan, yuk simak informasi peluang kesuburan berdasarkan kelompok usia berikut ini.

1. Usia 20-an

Menurut para ahli, usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk menjalani kehamilan karena wanita berada pada puncak kesuburannya. Kualitas sel telur masih sangat bagus serta risiko komplikasi saat kehamilan, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, umumnya lebih rendah.

2. Usia 30-an

Ada anggapan bahwa usia 30 tahun adalah waktu terbaik bagi wanita untuk menjadi seorang ibu karena pada umumnya wanita di usia ini sudah lebih matang secara mental. Sebaliknya, justru peluang kehamilan pada usia ini mulai lebih kecil dibandingkan usia sebelumnya. Meski stamina masih cukup baik untuk menjalani kehamilan, tapi risiko keguguran juga lebih tinggi. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk lebih rutin memeriksakan diri ke dokter dan melakukan serangkaian tes darah guna memastikan kondisi kesehatan.



3. Usia 40-an

Meski kemungkinan hamil belum tertutup, tapi sebaiknya wanita perlu ekstra waspada saat memasuki kelompok usia ini. Pasalnya, jumlah maupun kualitas sel telur yang dihasilkan sudah jauh lebih rendah. Komplikasi kehamilan di usia ini juga lebih sering terjadi, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan masalah plasenta. Kehamilan pada usia ini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keguguran, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga bayi mengalami Down Syndrome.


Bisa Hamil, Asalkan …

Meski bertambahnya usia akan mengurangi peluang Anda untuk hamil, tapi bukan berarti Anda sama sekali tidak bisa memiliki keturunan di usia yang sudah cukup tua. Ada hal-hal yang juga memengaruhi tingkat kesuburan Anda, antara lain:

• Kondisi fisik yang prima. Wanita yang menjalani pola hidup sehat, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, dan rajin berolahraga akan memiliki peluang untuk memiliki anak lebih besar saat usianya bertambah, dibandingkan mereka yang tidak menjalani pola hidup sehat.

• Mengonsumsi makanan bergizi. Pemenuhan gizi yang cukup juga akan menunjang kesehatan Anda sehingga peluang untuk melahirkan akan tetap terbuka meski usia Anda sudah tak muda lagi.

• Teratur berhubungan seks. Usahakan untuk berhubungan seks sekitar 2-3 kali seminggu tanpa menggunakan kondom. Wanita usia 30-an sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika sudah melakukan hubungan seks rutin selama 1 tahun tapi belum mencapai kehamilan, sedangkan wanita di atas usia 35 tahun perlu ke dokter apabila sudah melakukan hubungan seks rutin lebih dari 6 bulan tapi belum hamil juga. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   kesuburan,   hamil,   sel telur








Cover Maret 2020