Mother&Baby Indonesia
Solusi Mencegah Autisme pada Anak Sejak Masa Kehamilan

Solusi Mencegah Autisme pada Anak Sejak Masa Kehamilan

Perkembangan otak anak memang sudah terjadi sejak ia masih di dalam kandungan. Karenanya, ibu hamil sangat disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan melakukan pola hidup sehat serta tinggal di lingkungan yang sehat untuk menghindari risiko seperti autisme.

Autisme sendiri merupakan gangguan neurologi pervasif yang terjadi pada aspek neurobiologis otak. Kondisi tersebut dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak, yang salah satunya adalah Si Kecil akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya. Ia pun tampak seperti memiliki dunia sendiri yang juga sulit dipahami orang lain.




Pencegahan Autisme Saat Hamil


Hingga saat ini, secara medis pun belum diketahui jelas penyebab anak mengalami autisme. Tetapi dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa autisme bisa berhubungan dengan genetika sang ibu. Karenanya, ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan saat hamil untuk meminimalisir risiko autisme pada Si Kecil:

1. Hindari Zat Kimia

Selama hamil, ibu tidak boleh sembarangan dalam menggunakan hal-hal yang mengandung zat-zat kimia, misalnya pemakaian kosmetik yang terkadang mengandung bahan timbal (logam berat), pewarna rambut, cat kuku, aseton, hingga merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Sebab meski hanya sedikit zat yang masuk ke dalam tubuh, hal tersebut sangat bisa memengaruhi tumbuh kembang janin.

2. Tidak Minum Obat Sembarangan

Bumil memang bisa merasakan pusing dan mual, atau merasa harus mengonsumsi vitamin tambahan untuk menjaga kesehatan tubuh dan janinnya. Namun, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu, untuk memastikan jenis obat serta dosis yang tepat. Meminum obat yang dijual di pasaran dengan sembarangan sangat tidak dianjurkan, karena berisiko mengganggu bahkan menghentikan perkembangan janin dan menghambat jalannya oksigen ke rahim.


3. Asam Folat Cukup



Salah satu jenis mineral yang harus perlu dicukupkan oleh bumil adalah asam folat. Fungsinya untuk membantu perkembangan otak serta sumsum tulang belakang janin yang tumbuh baik. Jika saat usia kandungan 3-4 minggu bumil kekurangan asam folat, maka hal ini dapat menyebabkan bayi cacat.

Sedangkan apabila kadar asam folat terlalu tinggi, hal ini dapat meningkatkan risiko anak mengalami autisme hinggga 2 kali lipat. WHO pun menyarankan bahwa ibu hamil hanya perlu memenuhi kebutuhan asam folat sebanyak 600 mg per hari, dan pastikan Anda mengonsultasikannya ke dokter agar lebih jelas.

4. Jaga Jarak Kehamilan

Menurut sebuah studi, jarak kehamilan antara 2 sampai 5 tahun menurunkan risiko autisme dibandingkan dengan anak yang dikandung dalam kurun waktu kurang dari waktu tersebut. Selain itu, usia orang tua yang berkaitan dengan kesuburan dan proses pembuahan juga memengaruhi terjadinya autisme pada anak sehingga perlu diperhatikan lebih lanjut.

5. Vaksinasi dan TORCH

Ibu hamil juga perlu mendapatkan vaksinasi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh serta janinnya. Pemberiannya pun bisa dilakukan sebelum dan saat menjalani kehamilan. Selain itu, Anda juga harus melakukan skrining TORCH (toksoplasma, rubella, cyromegalo virus, herpes) sehingga menurunkan risiko menular pada janin dan tentu saja menghindarkan kemungkinan terjadinya autisme.

6. Pola Hidup Sehat

Selama Anda mengandung, sebisa mungkin untuk tetap rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat serta mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi. Selain itu, hindari paparan polusi udara yang tinggi agar tak memengaruhi tumbuh kembang janin. Terakhir, jauhi stres dengan menjalani hal-hal yang Anda sukai dan inginkan agar tetap merasa bahagia saat menjalani kehamilan. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   hamil,   autisme,   cegah autisme








Cover Maret 2020