Mother&Baby Indonesia
Begini, Cara Jitu Mengurangi Mual saat Hamil Muda

Begini, Cara Jitu Mengurangi Mual saat Hamil Muda

Saat Anda dinyatakan positif hamil oleh dokter, saat itulah Anda tak hanya merasa berbahagia dengan kabar tersebut, tapi juga perlu mempersiapkan segala hal terkait kehamilan Anda. Ya, masa kehamilan tidak hanya semata senang karena Anda akan punya bayi, tapi juga munculnya berbagai gangguan dan masalah yang akan Anda alami seiring berubahnya bentuk tubuh.

Nah, salah satu keluhan yang sering dialami oleh wanita saat hamil adalah mual dan muntah. Keluhan yang populer dengan istilah morning sickness ini dialami oleh lebih dari setengah ibu hamil pada trimester pertama kehamilannya.

Tak hanya menyiksa secara fisik, morning sickness pun akan memengaruhi kondisi psikologis. Anda akan merasa kelelahan, depresi, hingga tak bisa menikmati kehamilan. Mual muntah dalam waktu yang lama juga bisa mengganggu aktivitas. Anda hanya bisa berbaring di tempat tidur, merasa lemas dan tak berdaya.



Sebenarnya, apa sih, yang menyebabkan bumil mengalami mual muntah dan bagaimana mengatasi masalah tersebut?


Penyebab Mual saat Hamil Muda

Mual muntah dipercaya sebagai mekanisme alam untuk melindungi janin, karena trimester pertama kehamilan adalah masa-masa rawan pembentukan organ-organ janin. Dengan adanya mual muntah, bumil tak nafsu makan. Ini ada baiknya, karena makanan atau minuman bisa saja mengandung zat berbahaya yang dapat mengganggu pembentukan awal janin.

Mual dan muntah disebabkan oleh perubahan fisiologis yang dialami bumil. Perubahan hormon progesteron yang berfungsi menenangkan otot polos rahim juga berpengaruh pada otot polos di saluran cerna. Akibatnya, pengosongan lambung terhambat sehingga lambung terisi gas yang menyebabkan mual dan muntah. Keadaan ini akan semakin parah di pagi hari apabila bumil tidak mengisi perutnya dengan makanan atau minuman di malam hari sebelum tidur.

Selain perubahan hormonal, salah satu penyebab mual muntah adalah kurangnya zat gizi tertentu, seperti asam folat, kalsium, zat besi, zinc, DHA, dan serat pangan. Moms dapat mengetahui apakah mual dan muntah yang Anda alami karena perubahan hormon atau kekurangan gizi dengan melakukan pengecekan laboratorium, antara lain kadar albumin dan vitamin B6. Selain itu, untuk memantau kadar gizi, Anda wajib menimbang berat badan dan mengukur tekanan darah secara rutin.

Baca juga: Bumil Mual Muntah, Bisa Jadi Kekurangan Gizi

Kondisi ini pun bisa berdampak pada kesehatan janin, karena adanya penurunan berat badan sang ibu. Kekurangan nutrisi dan masalah metabolik juga menjadi faktor lainnya yang menghambat pertumbuhan janin. Jika tidak segera ditangani, bukan mustahil janin akan lahir dalam kondisi BBLR (Bayi berat lahir rendah).




Cara Mengatasi Mual Muntah pada Ibu Hamil

Pada sebagian besar wanita hamil, mual dan muntah akan hilang sendiri setelah trimester pertama atau 12-16 minggu usia kehamilannya. Namun pada sebagian kecil, sekitar 20 persen, mual muntah dapat berlanjut sampai kehamilannya cukup bulan. 

Untuk mengurangi rasa mual, berikut 5 tips mudah yang perlu Anda lakukan, Moms.

1. Hindari makan dalam porsi besar selama hamil. Lebih baik makan dengan porsi kecil namun sering.

2. Jangan mengonsumsi makanan asam saat lambung kosong. Isilah lambung dengan nasi atau roti sebelum mengonsumsi makanan asam.

3. Mual dan muntah dapat menyebabkan tubuh Anda kekurangan cairan. Oleh karena itu, konsumsi air putih yang cukup setiap hari.

4. Konsumsi buah yang kaya vitamin C, seperti jeruk, setiap hari untuk menetralkan rasa mual. Tetapi hindari buah yang terlalu asam.

5. Minumlah jahe hangat, teh mint, atau air perasaan lemon yang hangat untuk mengatasi mual. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   mual,   morning sickness,   gangguan kehamilan








Cover Maret 2020