Mother&Baby Indonesia
PGTA, Metode untuk Memilih Jenis Kelamin Janin

PGTA, Metode untuk Memilih Jenis Kelamin Janin

“Sudah punya anak laki-laki, enggak mau tambah anak perempuan?”

Mungkin pertanyaan sejenis itu sering Anda dengar, atau bahkan Anda alami sendiri. Pertanyaan seperti itu memang tidak ada habisnya ya, Moms. Keluarga dan sahabat seperti memberi ‘tuntutan’ untuk memiliki anak laki-laki dan perempuan. “Biar lengkap sepasang,” begitu katanya.

Nah, jika Moms dan Dads sedang mendambakan kehadiran anak kedua (atau lebih) dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan, kini sudah ada metode untuk memilih jenis kelamin anak lho, Moms. Metode tersebut bernama Preimplantation Genetic Testing untuk Aneuploidy, atau yang biasa disingkat sebagai PGTA.



Penasaran dengan serba-serbi metode memilih jenis kelamin janin ini? Untuk itu kami telah bertanya pada dr. Ivan Rizal Sini, FRANZCOG, GDRM, MMIS, Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSIA & RSU Bunda Jakarta. Baca info dari dr. Ivan, yuk!


Bantuan Bayi Tabung

“PGTA adalah suatu teknologi untuk mengidentifikasi mana embrio yang mempunyai kromosom yang sehat atau tidak sehat. Nah, gender itu diidentifikasi melalui kromosom yang seperti kita tahu 46 XX atau 45 XY. Ini bisa didapatkan informasinya dari hasil tes PGTA tadi,” jelas dr. Ivan.

Untuk bisa memilih jenis kelamin janin, maka diperlukan prosedur IVF (in-vitro fertilization) atau bayi tabung terlebih dahulu. “Dalam program IVF itu ada suatu teknologi khusus, di mana kita bisa membantu untuk memilih mana sperma yang lebih tinggi kemungkinannya untuk ke arah gender tertentu,”  ujarnya. Kemudian tim dokter akan mengambil dan meneliti kromosom Anda dan pasangan.


Terbilang Sangat Akurat

Moms tidak perlu ragu proses pemilihan jenis kelamin ini akan gagal, karena menurut dr. Ivan, metode PGTA memiliki akurasi gender hingga 97 persen. Namun perlu diingat, kalau metode PGTA ini hanya boleh dilakukan untuk anak kedua ya, Moms.




Keunggulan PGTA

Mengutip laman Olive Fertility, memilih embrio yang sudah teridentifikasi normal dengan metode PGTA memberikan beberapa manfaat bagi kehamilan Anda, seperti:

• Meningkatkan kemungkinan hamil hingga 70 persen atau lebih.

• Mengurangi risiko keguguran hingga 5-7 persen.

• Mengurangi risiko kromosom abnormal seperti Down Syndrome.

• Memungkinkan pembekuan embrio dengan kromosom normal. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: gender,   janin,   kelamin,   pgta,   kehamilan,   bayi tabung








Cover Maret 2020