Mother&Baby Indonesia
Berisiko Lahir Prematur! Waspadai Radang Gusi Kehamilan

Berisiko Lahir Prematur! Waspadai Radang Gusi Kehamilan

Bagi para wanita, kehamilan tentu menjadi momen yang paling dinanti. Namun para calon ibu sebaiknya mempersiapkan kehamilan dengan baik, termasuk persiapan mulut dan gigi agar bebas masalah saat hamil. Kenapa itu penting? Karena masalah radang gusi saat hamil bisa meningkatkan risiko lahir prematur lho, Moms!

Radang gusi kehamilan atau yang dalam istilah medis disebut dengan gingivitis gravidarum ini mungkin terkesan sepele, tetapi ternyata dampaknya besar bagi kelancaran kehamilan Anda. Ketahui fakta-fakta seputar gingivitis gravidarum berikut ini, yuk!




Bumil Sering Radang Gusi


Menurut American Pregnancy Association, radang gusi kehamilan atau gingivitis gravidarum adalah masalah yang umum terjadi pada bumil. Bahkan Web MD menyebutkan kalau 40 persen wanita akan mengalami radang gusi atau gingivitis gravidarum (sering juga disebut pregnancy gingivitis). Perubahan hormon tubuh saat hamil juga menghambat respons normal tubuh menghadapi bakteri penyebab radang gusi, akibatnya infeksi mulut pun lebih mudah terjadi.

Mengutip Jurnal Persatuan Dokter Gigi Indonesia Volume 63 (2014), “Beberapa studi menyatakan bahwa efek perubahan hormon akan mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil sebesar 60 persen, dimana 10-27 persen mengalami pembesaran gingiva. Di Indonesia, gingivitis merupakan masalah mulut dan gigi yang sering dialami ibu hamil, yaitu sekitar 5-10 persen mengalami pembesaran gingiva.”




Penyebab Radang Gusi saat Hamil

Meningkatnya kadar hormon progesteron saat hamil membuat bakteri penyebab radang gusi lebih mudah dan ‘nyaman’ berkembang biak dengan pesat di mulut Anda. Penumpukan bakteri tersebut menyebabkan sel-sel di gusi lebih sensitif dan rentan terjadi penumpukan plak. Bagaimana jika radang gusi tersebut sudah terjadi sejak sebelum kehamilan? Sayangnya, radang gusi itu akan bertambah parah, Moms. Perubahan hormonal meningkatkan aliran darah ke gusi, dan membuatnya lebih sensitif, mudah iritasi, dan mudah bengkak.


Bahaya Radang Gusi Kehamilan

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara penyakit gusi dengan kelahiran prematur. Salah satu penelitian yang dipublikasikan di The Journal of the American Dental Association menemukan fakta bahwa wanita hamil yang mengalami penyakit gusi kronis 4-7 kali lebih rentan melahirkan prematur (sebelum 37 minggu) dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah dibandingkan dengan wanita hamil yang memiliki gusi sehat.

Ibu yang masalah gusinya paling berat juga berisiko melahirkan prematur paling awal, yaitu sekitar 32 minggu. Apakah risiko itu akan hilang jika bumil segera mengatasi masalah gusinya? Sayangnya jawabannya belum diketahui, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   radang gusi,   gingivitis gravidarum,   kesehatan