Mother&Baby Indonesia
Kata yang Sebaiknya Tidak Diucapkan pada Balita

Kata yang Sebaiknya Tidak Diucapkan pada Balita

Moms harus tahu, mengucapkan kata-kata yang salah pada anak bisa memberikan banyak dampak negatif. Hal itu disampaikan oleh penelitian dari Harvard Medical School, yang juga menggolongkan beberapa bentuk kata sebagai kekerasan verbal, seperti: mengumpat, menghina, mengkritik, mengancam, mencaci, dan merendahkan. Semua kekerasan verbal tersebut bisa membuat Si Kecil mengalami post-traumatic stress disorder yang memengaruhi kemampuan anak bersosial dan kenakalan remaja. Untuk itu, ada kata-kata yang sebaiknya tidak Moms ucapkan pada balita. Apa saja kata-kata itu? Simak berikut ini ya, Moms.


“Anak pintar!”

Memberikan pujian memang hal yang baik, namun jika memberi pujian seperti “Anak pintar” atau “Good job!” pada hal yang sebenarnya biasa saja, maka dampaknya justru negatif bagi anak. Sebaiknya beri pujian hanya ketika anak benar-benar menguasai suatu kemampuan, agar ia tidak bergantung pada pujian Anda sebagai motivasi. Akan lebih baik jika Moms memberi pujian dengan lebih spesifik, misalnya “Kamu terlihat hebat sekali saat berlari lebih kencang di pertandingan tadi.”




“Jangan menangis! Kamu baik-baik saja”

Faktanya, anak yang sedang kesakitan karena jatuh dari sepeda tidak baik-baik saja. Merasa sakit, malu, dan ingin menangis adalah hal yang normal terjadi. Mengatakan “kamu baik-baik saja” bukan ucapan yang tepat, karena hanya akan memberi anak ‘kenyamanan palsu’ sesaat. Lebih baik beri ia kenyamanan dan semangat untuk bangkit lagi, yang membantu ia lebih percaya pada Anda.


“Kenapa enggak bisa seperti kakak?”

Setiap anak memiliki kelebihannya sendiri, maka berharap anak Anda bisa sebagus atau sebaik anak lain dalam suatu hal hanya akan membuat rasa percaya diri anak menjadi rendah! Maka jangan pernah membandingkan anak dengan anak lain, terlebih dengan mengucapkan “Kamu enggak sepintar kakak” atau “Kamu enggak bisa berenang sejago temanmu.”




“Jangan berantakan! Biar Mama saja”

Anda melarang anak menyiapkan sarapannya sendiri, hanya karena takut dapur dan ruang makan Anda akan berantakan? Wah, Anda baru saja melewatkan kesempatan emas untuk mendidik anak lebih mandiri. Terlebih, jika Anda justru menawarkan bantuan dan tidak membiarkan anak mencoba, ini justru akan membuat Si Kecil manja dan selalu mengandalkan bantuan Anda. Tidak mau kan anak Anda tumbuh manja dan tidak mandiri?


“Mama kecewa banget sama kamu”

Tentu saja, semua orang tua bisa kecewa, namun kecewa pada sikap anak, bukan pada anaknya. Ketika Anda berkata “Kecewa sama kamu” maka yang anak tangkap adalah Anda tidak mencintainya lagi, bukan sikapnya salah hingga membuat Anda kecewa. Cobalah untuk lebih spesifik dalam mengungkapkan perasaan, agar anak tahu letak kesalahannya. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita