Mother&Baby Indonesia
Waspada Anemia Megaloblastik! Ini Penyebab & Gejalanya

Waspada Anemia Megaloblastik! Ini Penyebab & Gejalanya

Dari sekian banyak masalah kesehatan yang mungkin menyerang anak, anemia adalah salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada anak. Jenis anemia (atau biasa dikenal dengan kekurangan darah) juga cukup beragam, mulai dari anemia kekurangan zat besi, anemia sel sabit, hingga anemia megaloblastik yang sering menyerang balita. Untuk meningkatkan kewaspadaan Moms akan anemia megaloblastik, kami telah merangkum info penting dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) dan National Organization for Rare Disorders. Let’s read on!


Definisi

Ini adalah jenis anemia yang disebabkan oleh kurangnya sel darah merah dalam tubuh karena sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang belum matang dan strukturnya tidak normal (ukurannya terlalu besar). Apa akibatnya ketika bentuk sel darah merah terlalu besar? Ini bisa menyebabkan penyebaran oksigen ke seluruh anggota tubuh jadi terganggu, Moms. 




Penyebab

Defisiensi atau kekurangan kobalamin (vitamin B12) dan asam folat (vitamin B9) adalah dua kondisi yang paling sering menyebabkan anemia megaloblastik. Padahal kedua vitamin ini sangat penting untuk menghasilkan sel darah merah yang normal.

Itulah sebabnya mengonsumsi makanan sehat sangat penting untuk tubuh, karena kekurangan vitamin B12 dan asam folat saja bisa mengakibatkan anemia. Moms perlu tahu, kalau vitamin B12 adalah nutrisi yang banyak ditemukan pada ikan, telur, daging, dan susu. Sedangkan asam folat banyak terkandung pada lemon, sayuran hijau, dan hati sapi. Nah, jika Moms kurang mengonsumsi makanan itu semua, maka risiko terkena anemia megaloblastik juga meningkat, lho.

Selain itu, BPOM juga menyebutkan kalau malabsorpsi (daya serap kurang baik) adalah penyebab anemia megaloblastik defisiensi vitamin B12. “Vitamin B12 juga diperlukan untuk pengobatan megaloblastosis karena anestesia nitrogen oksida yang berkepanjangan yang menginaktifkan vitamin ini, dan pengobatan defisiensi transkobalamin kongenital II, suatu sindrom yang langka,” jelas BPOM.


Gejala

Menurut NORD, kebanyakan anemia megaloblastik berkembang secara perlahan tetapi pasti. Gejalanya pun bisa muncul perlahan dan bergantian dalam waktu bertahun-tahun. Gejala tersebut adalah:

• Pusing

• Mudah lelah

• Kulit pucat

• Sulit bernapas

• Irama jantung tidak beraturan



• Nyeri di sekujur tubuh

• Otot tubuh melemah

• Sering diare

• Kekurangan selera makan

• Lidah merah dan nyeri 

• Turun berat badan

• Pembengkakan hati

• Mata kuning

• Tangan dan kaki agak kebas

• Pandangan berkurang


Pengobatan

Setelah berkonsultasi ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah, maka biasanya dokter akan memberikan vitamin B12, asam folat, dan pemberian suplemen multivitamin lainnya. Obat atau vitamin ini dapat diberikan dapat bentuk obat minum maupun suntikan. Selain itu, penderita anemia megaloblastik juga biasanya akan disarankan untuk mengonsumsi aneka makanan sehat yang kaya akan vitamin B12 dan asam folat. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anemia,   anemia megaloblastik,   kesehatan










Cover April 2020