Mother&Baby Indonesia
Penyebab Produksi ASI Berkurang saat Masa Menyusui

Penyebab Produksi ASI Berkurang saat Masa Menyusui

Setelah melahirkan, tugas Moms selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil dengan menyusui. Selama fase ini, ASI yang terproduksi dalam diri Anda bisa sangat lancar, bahkan hingga dapat menyediakan stok dan disimpan dalam kulkas selama beberapa waktu.

Akan tetapi, mungkin saja timbul masalah yang membingungkan, atau hal-hal yang berkaitan dengan kebiasaan dan menyebabkan produksi ASI Anda menjadi berkurang. Untuk mengatasi situasi ini, Moms perlu mencari tahu penyebabnya dan cara mengembalikan jumlah ASI agar kebutuhan anak tercukupi. Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan produksi ASI Anda berkurang, Moms.




1. Olahraga berlebihan

Pasca melahirkan, Moms mungkin ingin segera menurunkan atau mengembalikan bentuk tubuh menjadi ideal. Tanpa sadar Anda pun melakukan olahraga yang berlebihan hingga melampaui batas yang dianjurkan dari sisi kesehatan. Akhirnya, kalori dan tenaga yang seharusnya digunakan untuk memproduksi ASI akan habis dan jumlahnya pun menjadi berkurang.


2. Makan atau minum terlalu sedikit

Selain olahraga yang terlalu berat, diet dengan mengurangi porsi makan dan minum pun dapat memengaruhi jumlah ASI lho, Moms. Padahal, dalam sehari, kalori yang dibutuhkan saat menyusui mencapai sekitar 500 kalori! Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa mengonsumsi camilan yang sehat untuk memenuhi kalori tersebut, misalnya buah-buahan segar.


3. Terlalu banyak kafein


Kopi, teh, cokelat memang bisa menjadi sumber pencipta hormon kebahagiaan. Tetapi di dalamnya juga terkandung kafein yang apabila dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak bisa memengaruhi produksi ASI Anda. Sebuah penelitian menyebutkan jika kafein yang dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat membuat tubuh kering hingga menurunkan produksi ASI. Selain itu, kafein juga bisa memengaruhi bayi Anda.


4. Sakit

Kondisi sakit seperti flu dan batuk memang bisa terjadi saat menyusui. Hal ini tentu dapat mengurangi persediaan ASI. Belum lagi jika sakitnya lebih parah, seperti diare yang juga akan menurunkan nafsu makan. Karenanya, Moms perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bernutrisi agar produksi ASI tetap lancar.




5. Stres atau cemas

Ada kalanya timbul masalah seperti payudara yang membengkak atau lecet selama menyusui. Hal ini bisa menimbulkan rasa cemas hingga stres dan meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Kondisi ini pun dapat menyebabkan suplai ASI semakin berkurang dan malah menghambat pemberian ASI pada Si Kecil.


6. Kurang sering memompa


Agar jumlah ASI tetap terjaga, ibu menyusui disarankan untuk memompa ASI sesering mungkin. Khusus di minggu-minggu pertama, proses menyusui dan memompa ASI bisa dilakukan 8-12 kali sehari, setiap dua sampai tiga jam. Jika Anda jarang melakukannya, maka tak menutup kemungkinan bahwa produksi ASI bisa berkurang, bahkan secara drastis.


7. Masalah saat pemulihan

Pasca melahirkan, setiap ibu tentu harus menjalani proses pemulihan terlebih dahulu. Namun pada fase ini, ada kondisi yang bisa terjadi di luar kontrol, seperti kehilangan darah yang terlalu banyak. Kondisi ini tentu bisa memengaruhi kolostrum atau ASI pertama yang diberikan pada bayi, serta membuat tubuh Moms melemah sehingga kurang tenaga untuk menyusui.


8. Memberi susu formula

Setiap ibu memang diberi keistimewaan untuk bisa menyusui bayi setelah ia lahir. Jika tidak ada masalah pada produksi ASI Anda, ada baiknya tidak memberikan Si Kecil susu formula terlebih dahulu. Memberikan susu formula dengan frekuensi yang sama seperti ASI akan membuat Anda jadi lebih jarang menyusui Si Kecil secara langsung. Alhasil, produksi ASI jadi menurun. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu menyusui,   asi,   produksi asi,   masa menyusui