Mother&Baby Indonesia
Ajarkan Anak Hindari Challenge Viral yang Membahayakan

Ajarkan Anak Hindari Challenge Viral yang Membahayakan

Pengguna media sosial saat ini nampaknya sudah semakin banyak, bahkan di usia anak-anak. Meski akun mereka dikelola oleh orang tua, anak usia balita nyatanya juga sudah tahu cara menggunakan dan membuat konten berupa foto atau video, bahkan hingga mengunggahnya ke akun milik mereka sendiri.

Hal ini bisa dianggap baik karena media sosial dapat menjadi sarana bagi Si Kecil untuk belajar berinteraksi dengan orang lain, meski hanya dari layar ponsel. Tapi ada beberapa hal yang dikhawatirkan bisa membahayakannya, seperti mengikuti challenge atau tantangan yang sedang viral.

Momen mengikuti sesuatu yang viral ini sering dimanfaatkan banyak anak agar juga bisa semakin terkenal. Karena itu, tak jarang mereka nekat melakukan challenge berbahaya, yang tanpa sadar bisa membahayakan keselamatan diri mereka. Ada beberapa challenge yang sangat berbahaya untuk dilakukan oleh anak-anak, di antaranya:




1. Ice Bucket Challenge


Moms pasti ingat, salah satu challenge yang sangat viral beberapa tahun silam adalah ice bucket challenge. Pemainnya diminta untuk duduk diam atau sambil membawa sebuah wadah berisikan air es yang sangat dingin, lalu disiramkan ke tubuh secara tiba-tiba. Meski tujuannya untuk menggalang dana penelitian penyakit ALS (Amyotrophic lateral sclerosis), namun efek sampingnya bisa membuat ritme detak jantung menurun akibat shock.


2. The Cinnamon Challenge

Pada tantangan ini, pemain diminta untuk menelan satu sendok bubuk kayu manis secara langsung dan tanpa minum selama satu menit. Hal ini mungkin dianggap mudah dan bisa dilakukan oleh anak-anak. Tapi, challenge ini bisa mengakibatkan peradangan hingga infeksi paru-paru, karena proses menghirup bubuk bisa memicu batuk hingga bubuk langsung masuk ke paru-paru.


3. The Choking Game

Meski dianggap hanya main-main, namun challenge ini sangat bisa membuat seseorang meninggal. Pemainnya terdiri dari dua orang, yang satu adalah pencekik dan yang lain akan dicekik lehernya. Tujuan tantangan ini untuk menghentikan aliran darah ke otak, sehingga pemain yang dicekik akan pingsan, atau terburuknya bisa meninggal dunia. Bagi anak-anak, permainan ini bisa sangat membahayakan lho, Moms!




4. Skull Breaker Challenge

Tantangan yang sempat viral belum lama ini dimainkan oleh tiga orang yang berdiri bersebelahan. Orang yang di sebelah kanan dan kiri menirukan dahulu cara melompat, baru setelah itu orang ketiga yang ada di tengah diajak untuk melompat bersama sesuai aba-aba.

Pada momen orang ketiga melompat, ia akan dijegal oleh kedua teman lainnya hingga terjatuh, dan terjerembab ke belakang. Hal ini tentu bisa berisiko memar pada tulang belakang, hingga kerusakan otak serius. Maka, sebaiknya anak-anak dianjurkan untuk tidak melakukan challenge ini!


Bahaya Melakukan Challenge


Melihat banyaknya risiko keselamatan yang bisa dialami anak membuat peran orang tua serta tenaga pendidik menjadi sangat penting. Pengawasan dalam penggunaan internet pada anak-anak pun harus lebih ditingkatkan, terutama untuk tayangan-tayangan video tantangan yang ekstrem.

Menanggapi hal ini, pemerintah melalui Kominfo pun bertindak tegas untuk mencegah penyebaran konten yang bisa merenggut nyawa anak-anak yang memainkannya. Selain itu, KPAI juga memberikan imbauan agar orang tua dan guru bisa menjelaskan dan meyakinkan anak agar tidak melakukan hal-hal berbahaya yang disebutkan sebelumnya.

Jika Si Kecil memaksa untuk melakukan challenge viral, pilihkan yang sekiranya aman untuk dilakukan. Misalnya ajak ia untuk membuat gambar tertentu, atau tebak-tebakan mengenal karakter kartun yang sesuai dengan usianya. Dengan begitu, mungkin Anda dan Si Kecil bisa membuat suatu challenge sendiri dan bisa viral juga nantinya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   challenge,   media sosial








Cover Maret 2020