Mother&Baby Indonesia
Ini Perbedaan Otak Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan

Ini Perbedaan Otak Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan

Bagi Moms yang memiliki anak laki-laki dan anak perempuan, Anda mungkin pernah menyadari bahwa perkembangan keduanya berbeda. Sebagai contoh, Moms mungkin pernah mengamati bahwa anak perempuan terlihat lebih cerdas dan lebih matang dibandingkan dengan anak laki-laki pada usia yang sama.

Misalnya saja, anak perempuan Anda sudah memiliki kemampuan bahasa yang lebih berkembang dibandingkan anak laki-laki Anda di usia yang sama. Sebenarnya ini hal yang wajar kok, Moms. Kemampuan yang berbeda ini dipengaruhi oleh perkembangan otak yang berbeda pula, antara anak laki-laki dan anak perempuan. Mungkin akan muncul pertanyaan di benak Anda, kenapa hal ini bisa terjadi, ya?




Perbedaan Perkembangan Otak Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan

Secara anatomi, volume dan berat otak anak laki-laki umumnya lebih besar daripada otak anak perempuan. Berat otak anak laki-laki 12-20 persen lebih besar daripada otak anak perempuan. Hal tersebut pun memengaruhi ukuran kepala anak laki-laki menjadi 2 persen lebih besar dibandingkan dengan ukuran kepala anak perempuan, meskipun perbedaan ini tidak terlalu signifikan.

Memang, otak anak laki-laki dan perempuan yang memiliki usia sama cenderung berada dalam tahap perkembangan yang berbeda, meskipun pada akhirnya perkembangan otak keduanya bisa saling mengejar satu sama lain.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa otak anak laki-laki memang berbeda dengan otak anak perempuan. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, dokter spesialis syaraf dan pakar alzheimer, mengungkapkan fakta bahwa beberapa bagian otak berkembang lebih cepat pada anak perempuan, sementara beberapa bagian otak yang lain cenderung berkembang lebih cepat pada anak laki-laki.

Di samping itu, anak laki-laki dan anak perempuan menggunakan bagian otak yang berbeda dalam memproses memori, mengeskspresikan emosi, mengenal wajah, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. “Biasanya anak perempuan lebih cepat menggunakan bahasa, sedangkan anak laki-laki lebih unggul pada visual,” jelas dr. Yuda. Otak anak perempuan juga lebih banyak mengandung serotonin yang membuatnya bersikap lebih tenang.

Penelitian dengan menggunakan MRI juga menunjukkan bahwa beberapa bagian otak tumbuh lebih cepat pada anak perempuan, sementara beberapa bagian otak lain cenderung lebih cepat berkembang pada otak anak laki-laki.



Berdasarkan penelitian tersebut terlihat bahwa pada anak perempuan, otak yang membantu mengontrol bahasa dan emosi cenderung lebih besar, sementara pada anak laki-laki, otak yang berfungsi mengendalikan emosi lebih dalam seperti rasa takut cenderung lebih besar.


Cara Menstimulasi Otak Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan

Meskipun begitu, dengan adanya perbedaan dalam perkembangan otak ini tidak berarti bahwa anak laki-laki akan lebih baik daripada anak perempuan atau sebaliknya. Karena otak anak masih mudah untuk dibentuk, perkembangannya pun bergantung pada stimulasi yang diberikan setiap hari. Jadi, jangan pernah berhenti menstimulasi otak Si Kecil ya, Moms! Ini caranya:

• Untuk anak laki-laki: Anak laki-laki cenderung lebih menyukai aktivitas fisik dibandingkan duduk diam membaca buku atau mengerjakan sesuatu dalam waktu yang lama. Jadi Moms bisa lebih sering mengajaknya untuk membaca bersama, mengerjakan puzzle, atau bermain lego. Lakukan semua itu dengan cara yang menyenangkan, ya. Anak laki-laki juga umumnya lebih lambat menguasai kemampuan verbal daripada anak perempuan. Sering-seringlah mengajaknya berbicara, memintanya bercerita, serta menanyakan apa yang ia lakukan, lihat, dan temui hari ini, untuk menstimulasi kemampuan verbalnya.

• Untuk anak perempuan: Anak perempuan biasanya tidak terlalu menonjol dalam pemahaman visual. Moms bisa membantunya dengan permainan yang menstimulasi kemampuan spasialnya. Tingkatkan juga kepercayaan dirinya dengan melakukan lebih banyak permainan peran dengan ia yang menjadi role leader. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   otak,   anak laki-laki,   anak perempuan,   perkembangan otak anak








Cover Januari - Februari 2020