Mother&Baby Indonesia
5 Penyebab BAB Berdarah pada Bayi

5 Penyebab BAB Berdarah pada Bayi

BAB atau buang air besar memang bisa mengindikasikan kondisi kesehatan bayi secara umum. Beda warna BAB, beda pula artinya. Di beberapa bulan pertama kehidupan anak, warna kotoran cokelat, kuning, dan hijau adalah warna normal. Namun ketika kotoran bayi disertai darah, maka sudah pasti ia sedang mengalami masalah kesehatan.

Kotoran berdarah tidak sama dengan kotoran berwarna kemerahan ya, Moms. Kotoran berwarna merah bisa disebabkan oleh makanan anak, seperti MPASI buah naga, buah bit, atau tomat. Sedangkan pada kotoran berdarah, Moms akan melihat darah di antara kotorannya. Apa penyebab BAB berdarah pada bayi? Ketahui infonya di bawah ini. 



1. Konstipasi

Susah BAB atau konstipasi lebih sering terjadi ketika bayi mulai mengonsumsi MPASI, alergi protein susu, atau ketika bayi kurang minum cairan. Beberapa tanda bayi mengalami konstipasi adalah jarang BAB, kotorannya keras, bayi terlihat harus ekstra mengejan, perut terasa keras, dan rewel.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan robekan kecil di anus, yang menimbulkan sedikit darah di kotorannya. Kebanyakan masalah ini bisa sembuh dengan sendiri, namun jika Anda curiga penyebabnya adalah konstipasi, maka ubah menu dan pola makannya. Tambahkan makanan berserat dan pastikan ia mengonsumsi cukup cairan ya, Moms.

2. Infeksi

Kotoran berdarah mengindikasikan adanya infeksi bakteri atau parasit, seperti infeksi Salmonella, Shigella, dan Staphylococcus. Infeksi tersebut menyebabkan bengkak pada usus anak, sehingga mungkin menyebabkan sedikit sobekan yang menghasilkan keluarnya darah. Diare juga biasanya disertai infeksi, maka segera hubungi dokter jika Si Kecil diare disertai BAB berdarah.

3. Alergi Makanan

Kondisi bayi yang mengalami alergi makanan bisa membuat ususnya bengkak, yang menyebabkan darah keluar saat bayi BAB. Jenis alergi yang paling sering menyebabkan BAB berdarah adalah alergi protein susu sapi, kedelai, dan gandum. Coba cek apakah ada gejala lain yang sering muncul ketika anak mengalami alergi makanan, seperti ruam, muntah, dan diare.

4. Pendarahan Saluran Cerna

Walau jarang terjadi, namun kasus pendarahan saluran cerna bisa menyebabkan kotoran bayi berwarna merah gelap atau hitam. Warna kotoran tersebut mengindikasikan pendarahan di saluran cerna anak. Jika ini terjadi, segera berkonsultasi dengan dokter anak ya, Moms.

5. Masalah Kesehatan Lainnya

Selain beberapa penyebab di atas, masih banyak lagi kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan BAB bayi berdarah. Salah satunya adalah koloni bakteri Streptococcus di sekitar anus, yang menyebabkan anus bayi bengkak dan mengeluarkan kotoran berdarah. Bayi juga bisa mengalami kolitis atau pembengkakan di usus besar. Masalah kesehatan lain yang bisa memicu BAB berdarah adalah penyakit Crohn (radang usus kronis) dan necrotizing enterocolitis (peradangan organ usus).



Kapan Harus ke Dokter?


Sangat penting untuk mengamati warna dan tekstur kotoran bayi Anda. Apa pun penyebabnya, jika bayi Anda berusia kurang dari 12 minggu dan mengalami BAB berdarah, maka Anda harus segera bawa Si Kecil ke dokter ya, Moms. Kondisi lain yang juga perlu segera dikonsultasikan ke dokter adalah:

• Darah mengalir banyak saat BAB

• Bayi sangat rewel

• Kotoran berwarna hitam

• Bayi sangat lemah tak bertenaga

• Perut bayi melilit

• Cedera anus

• Menolak makan dan minum

• BAB berdarah disertai diare

• BAB berdarah disertai demam

• BAB berdarah disertai lendir. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: konstipasi,   bayi,   bab,   kesehatan,   bayi bab berdarah