Mother&Baby Indonesia
Amankah Melakukan Seks Oral saat Tengah Hamil?

Amankah Melakukan Seks Oral saat Tengah Hamil?

Moms mungkin sudah mengetahui bahwa berhubungan intim saat tengah hamil adalah hal yang aman dilakukan. Kantong ketuban menyediakan keamanan dan kenyamanan untuk Si Kecil. Saking nyamannya, bahkan ia tak akan tahu bahwa Moms sedang bercinta dengan pasangan Anda!

Ya, Si Kecil terlindungi sepenuhnya dengan adanya cairan ketuban. Janin juga mendapatkan perlindungan dari otot rahim, perut, dan panggul, sehingga ia tidak akan merasakan benturan atau guncangan saat Moms dan Dads berhubungan seks.



Akan tetapi, bagaimana halnya dengan seks oral? Apakah hal ini masih tergolong aman untuk dilakukan selama hamil? Yuk, ketahui jawabannya dengan menyimak penjelasan berikut ini, Moms!

Gambaran Umum

Mengutip Baby Centre, seks oral selama hamil termasuk aman untuk dilakukan. Dr. Denise Jamieson, M.D., M.P.H, dokter ahli kandungan dan kebidanan serta anggota Practice Bulletin Obstetrics Committee dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), menyatakan, “Seks oral dapat menjadi bagian dari kehidupan seks yang sehat selama hamil.”



Seks oral dapat menjadi pilihan alternatif yang baik, jika dokter menyarankan Moms untuk menghindari seks dengan penetrasi melalui vagina. Misalnya jika Moms memiliki kondisi serviks yang lemah atau punya masalah dengan plasenta.

Menurut Mary Jane Minkin, M.D., profesor klinis di Department of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Sciences di Yale University School of Medicine, seks oral cenderung aman bagi ibu dan janin, asalkan dilakukan dengan hati-hati.

Yang Perlu Diperhatikan

Namun, meski disebutkan aman, para ahli setuju bahwa berhati-hati saat melakukan seks oral selama hamil tetap penting untuk dilakukan. Pasalnya, ada beberapa kondisi yang perlu Moms perhatikan.

Pertama, jangan meniup udara ke dalam vagina. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius. “Yang dikhawatirkan adalah pembuluh darah pada vagina akan melebar, udara dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan embolisme udara (gelembung gas),” ujar dr. Mary. Gelembung gas ini bisa menghambat peredaran darah dan membahayakan plasenta serta perkembangan janin.

Kedua, perdarahan pada vagina dapat terjadi selama atau setelah seks oral karena pembuluh darah yang makin sensitif. Meningkatnya volume darah selama hamil bisa menyebabkan pembuluh darah pada vagina dapat rusak karena sensitif terhadap gesekan-gesekan yang ada. Meski hal ini terdengar mengerikan, perdarahan tak berbahaya bagi janin.

Ketiga, para ahli mengkhawatirkan penularan penyakit seks menular akibat seks oral. HIV, gonore, herpes, atau chlamydia adalah beberapa contohnya. Jelas infeksi herpes selama hamil bisa membahayakan bayi, karena bisa masuk ke dalam rahim atau ditularkan saat persalinan. Untuk itu, menghindari berhubungan seks sama sekali ketika infeksi penyakit kambuh atau menggunakan pelindung adalah cara yang paling tepat agar Anda terhindar bahaya. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   seks,   seks oral,   ibu hamil