Mother&Baby Indonesia
Kata Psikolog, Begini Cara Menjadi Istri yang Lebih Baik

Kata Psikolog, Begini Cara Menjadi Istri yang Lebih Baik

Sama seperti membesarkan anak, menjaga rumah tangga agar tetap bahagia dan langgeng juga tidak ada buku manualnya. Tak ada pasangan yang sempurna, sedikit konflik pasti pernah terjadi, tetapi selalu ada cara untuk kembali dan saling melengkapi.

Sebagai istri, bisa menemani suami menjalankan bahtera rumah tangga merupakan tugas yang paling utama. Untuk itu diperlukan keahlian untuk mendukung suami, memahami, dan tentunya mencintai di kala suka dan duka.

Namun sebelum menguasai keahlian tersebut, psikolog menyebutkan kalau mencintai diri sendiri justru menjadi modal utama untuk menjalankan pernikahan yang sehat lho, Moms. Yuk, simak beberapa tips dari psikolog agar Anda dapat menjadi sosok istri yang lebih baik lagi buat pasangan Anda.

1. Cintai Diri Sendiri

Cinta Anda untuk suami dalam suka dan duka tentu sudah tidak perlu diragukan lagi. Ya, mencintai orang lain memang bukan hal yang sulit, tetapi bagaimana dengan mencintai diri sendiri? Sudahkah Anda mengutamakan kesehatan mental Anda? Jika belum, mungkin ini waktunya untuk mulai merawat dan mencintai diri sendiri, karena itu bisa menjadi dasar pernikahan yang bahagia dan kuat, Moms.

Cobalah untuk mengasihi diri Anda dengan makanan sehat, olahraga, tidur cukup, dan tentunya melakukan me time agar tetap bahagia. “Kita tidak bisa menuang dari teko kosong, maka pastikan kita melakukan aktivitas yang bermakna, memiliki hubungan, dan kebahagiaan,” saran Dr. Alexandra Solomon, Ph.D, psikolog klinis dan penulis buku Loving Bravely, pada Parents.

2. Sentuh Pasangan Anda

“Sentuhan membantu pasangan menjaga hubungan dan menjadi bantalan dari hal menyakitkan yang tak terelakkan di kehidupan rumah tangga. Ini penting bagi pasangan untuk memberikan semua jenis sentuhan di rumah tangga, bukan sekadar sentuhan seksual,” jelas Alexandra. Menurutnya, memberi sentuhan sama seperti memberi tahu pasangan kalau Anda berada di tim yang sama dengannya.

3. Sempatkan untuk Kencan

Tidak harus kencan sambil staycation di hotel mewah, sekadar menghabiskan waktu romantis berdua saja sangat penting untuk menjaga hubungan dengan suami. Menurut Alexandra, ini semakin penting jika Anda dan suami sama-sama memiliki kehidupan karier yang banyak menyita perhatian.

“Penting untuk diingat bahwa Anda dan pasangan bukan sekadar dua orang yang menjalankan rumah tangga. Jika sulit melakukan kencan di malam hari, maka kencan di siang hari juga tidak masalah,” saran Alexandra. 

4. Kenali Dunianya

Alexandra menyarankan untuk mengenali dunia suami dengan mengetahui hal apa yang membuatnya semangat atau bahkan khawatir. Tanyakan lebih detail mengenai perasaan tersebut. “Membuka jendela untuk mengenali dunia satu sama lain dapat menjalin hubungan,” ujar Alexandra. Dengan mengenali dunia suami, Anda dapat lebih mengerti jalan pikirnya. Ini baik untuk mengurangi risiko konflik, bukan?

5. Pisahkan Interpretasi dan Fakta

Jangan suka menuduh! Jika ada aktivitas suami yang membuat Anda tidak nyaman, tanyakan saja detailnya lebih lanjut hingga Anda mengerti, tanpa menuduh. Pisahkan interpretasi dengan fakta. Katakan pada diri Anda sendiri, “Ini yang terjadi, inilah kisah fakta yang saya ceritakan pada diri saya sendiri.” Dengan begitu, Anda menggugurkan pikiran-pikiran negatif yang membuat Anda resah, tidak nyaman, dan was-was karena penuh kecurigaan.

6. Hormati Perbedaan Cara Pandang

Ketika suatu hal yang suami lakukan membuat Anda tidak senang, Alexandra menyarankan untuk mengatakan, “Saya sedih dengan hal yang kamu lakukan. Boleh tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?” Kalimat seperti itu membantu Anda untuk mengolah situasi dengan rasa penasaran, bukan dengan menghakimi.

Ini membantu Anda mengerti kalau suami Anda memiliki cara pandang yang berbeda dengan Anda, dan itu normal terjadi pada tiap individu. “Pasangan yang bahagia dapat menerima kalau mereka adalah dua orang yang berbeda dan mengolah kesalahpahaman dengan rasa penasaran, bukan dengan tuduhan,” ujar Alexandra.

7. Jangan Berasumsi

Ketahuilah kalau tidak semua orang dapat membaca pikiran dan kemauan Anda. Maka, jika suatu hal sangatlah penting bagi Anda, katakan saja pada suami dan jangan berasumsi ia akan memberinya tanpa diminta.

“Ketika kita tidak meminta apa yang kita inginkan, maka biasanya itu akan berubah menjadi satu hal, yaitu keluhan,” ujar Alexandra. Keluhan seperti ini yang membuat istri menjadi sosok yang tidak menyenangkan, sering cemberut, dan meredupkan kehangatan keluarga. Maka, jika suatu hal sangat penting dan suami Anda sepertinya tidak menangkap sinyal tersebut, katakan saja. Ini membantu Anda menjadi sosok istri yang lebih baik lho, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: pernikahan,   rumah tangga,   suami istri,   menjadi istri yang lebih baik,