Mother&Baby Indonesia
Normalkah Ingin Terus Sendiri dalam Hubungan Rumah Tangga?

Normalkah Ingin Terus Sendiri dalam Hubungan Rumah Tangga?

Tidak ada pernikahan yang sempurna dan tidak ada pasangan yang sempurna. Semua orang memiliki kepribadian yang berbeda. Justru hal ini yang menjadikan setiap hubungan pernikahan unik. Namun, ketika salah satu pasangan ingin terus menyendiri, apakah hal ini masih termasuk normal? Untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan berikut ini, Moms!

Alone Time yang Normal Vs yang Berbahaya

Sebenarnya, waktu untuk diri sendiri atau alone time merupakan hal yang wajar dalam sebuah hubungan pernikahan. Bahkan, para ahli setuju bahwa memiliki alone time sangat penting untuk menjaga hubungan pernikahan tetap langgeng dan sehat.

Meskipun demikian, hal ini memang dapat menjadi pedang bermata dua jika tidak dicermati dengan baik. Di satu sisi alone time bisa menjaga keseimbangan dalam rumah tangga, tapi di sisi lain bisa mengancam keharmonisan pernikahan Anda dan pasangan. Melansir Bustle, berikut ini beberapa tanda alone time yang termasuk wajar, yakni:

1. Jumlah waktu alone time masih seimbang dengan couple time.

2. Pasangan secara terbuka menjelaskan alasan perlunya alone time.

3. Walau melakukan alone time, pasangan tetap menjadi prioritas.

4. Semua terasa tetap sama setelah pasangan kembali dari melakukan alone time.

5. Pasangan menggunakan alone time untuk melakukan kebutuhan atau hal yang penting baginya.

6. Quality time bersama tetap berjalan dengan lancar dan berkualitas.

7. Merasa sama-sama bahagia saat sendiri maupun bersama pasangan.

Di luar dari kondisi di atas, maka bisa dibilang alone time dapat menjadi ancaman bagi hubungan pernikahan Anda.

Ancaman bagi Pernikahan

Berdasarkan penjelasan di atas, jika salah satu pasangan merasa lebih nyaman sendiri, lebih menikmati waktu sendiri, membutuhkan waktu sendiri yang sangat banyak, serta tampak tetap tak bahagia setelah memiliki alone time, maka hal ini bisa menjadi tanda ancaman bagi pernikahan Anda.

Memang setiap orang memiliki kebutuhan alone time yang berbeda, tapi keseimbangan waktu alone time dengan couple time tentu tetap penting. “Jika pasangan memilih untuk sendiri, maka ini menandakan adanya ancaman atau masalah di dalam hubungan Anda,” tutur Joshua Klapow, Ph.D., psikolog klinis dan pembawa acara The Kurre and Klapow Show.

Selain itu, jika alone time diselimuti dengan misteri atau tanda tanya, maka ini juga bisa menandakan adanya bahaya. “Bisa menjadi ancaman atau tanda akan masalah yang lebih dalam ketika alone time tidak dikomunikasikan dengan baik, digunakan sebagai ekspresi emosi, atau untuk menjauh,” ujar Joanna Towsend, life coach dan psikoterapis di Blush Online Life Coaching.

Jika salah satu pasangan merasa diabaikan atau waktu bersama tak lagi terasa nyaman, maka alone time juga menandakan masalah pada hubungan Anda. “Jika pasangan hanya merasa senang dan nyaman ketika sendiri, memilih alone time ketika diberikan opsi, maka ini menandakan adanya masalah di dalam hubungan Anda,” tutur Joshua.

Jika Moms mulai mengalami hal ini atau mendapati pasangan lebih nyaman sendiri, maka Moms perlu segera melakukan komunikasi lebih mendalam dengan pasangan atau mencari bantuan dari tenaga profesional. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: pernikahan,   keluarga,   suami istri,   rumah tangga