Mother&Baby Indonesia
7 Kalimat Pujian yang Ternyata Tidak Disukai Istri

7 Kalimat Pujian yang Ternyata Tidak Disukai Istri

Istri mana yang tak bahagia jika mendapat pujian dari suami tercinta. Duh, hati langsung berbunga-bunga seperti mau terbang! Tapi jangan salah dalam memberi pujian lho, Dads, karena ada beberapa pujian yang ternyata justru tidak disukai istri. Sebelum salah memuji, ketahui 5 kalimat pujian yang tidak disukai istri berikut ini.

1. “Mama cantik banget hari ini.”

Maksud suami: Saya beruntung sekali bisa punya istri seperti kamu yang memiliki kecantikan lahir batin. Semakin hari, kecantikanmu semakin terpancar.

Tanggapan istri: Maksud Papa, aku terlihat cantik hanya hari ini saja? Kemarin-kemarin jelek, dong? Padahal setiap hari aku sudah berusaha tampil menarik untuk menyambut Papa, tapi kenapa baru hari ini Papa memujiku. Duh, jangan-jangan pujian dari suamiku tidak tulus, nih.

2. “Mama kelihatan kurus pakai baju itu.”

Maksud suami: Semua baju yang dipakai istriku terlihat bagus (sambil memberikan perhatian lebih pada penampilan istri dan mengagumi kecantikannya).

Tanggapan istri: Oh ya? Mohon maaf kalau bentuk tubuhku sekarang tidak seperti dulu lagi. Maaf kalau tubuhku tidak seperti artis Hollywood. Mulai besok aku akan terus pakai baju seperti ini lagi, biar selalu terlihat kurus di depan suamiku.

3. “Mama tidak seperti wanita lain.”

Maksud suami: Istriku sangat spesial, tidak ada wanita lain yang bisa menggantikannya.

Tanggapan istri: Tentu saja setiap wanita berbeda. Lalu kenapa kalau aku tidak sama seperti wanita lain? Memang Papa maunya aku seperti siapa, sih? Apa aku sudah tidak menarik lagi?

4. “Mama menggemaskan, deh! Papa mau cubit pipinya!”

Maksud suami: Saya selalu senang dekat denganmu dan ingin selalu memelukmu.

Tanggapan istri: Maksudnya, Mama gendut gitu, Pa? Papa mau menyuruh Mama diet biar kurus, ya?

5. “Senyum dong Ma, biar kelihatan cantik.”

Maksud suami: Senyum istriku selalu memikat.

Tanggapan istri: Selama ini aku jarang senyum dan tidak terlihat cantik. Padahal aku sudah berusaha menjadi istri yang tak banyak mengeluhkan kekurangan keluarga ini. Apakah itu tidak cukup?

6. “Kamu paling tahu caranya bersenang-senang.”

Maksud suami: Situasi pasti seru dan meriah kalau ada istriku. Full of joy and happiness!

Tanggapan istri: Apakah menurut suamiku aku terlalu banyak bersenang-senang tanpa mengutamakan kebahagiaan keluarga? Padahal tak ada yang bisa membuatku bahagia selain melihat senyum di keluargaku sendiri.

7. “Kamu tidak seperti ibuku.”

Maksud suami: Istri dan ibuku adalah dua sosok wanita hebat dalam hidupku. Tak ada yang sempurna, namun ada hal-hal hebat yang lebih dikuasai istriku dibanding ibuku.

Tanggapan istri: Tentu saja ibumu memiliki posisi tertinggi di hatimu, dan aku tak akan mau menyainginya. Aku sangat menghormati dan mengagumi ibumu, jadi tolonglah untuk tidak membandingkan kami. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: pernikahan,   rumah tangga,   suami istri,   keluarga