Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini 6 Tanda Anda Tengah Memasuki Masa Subur

Moms, Ini 6 Tanda Anda Tengah Memasuki Masa Subur

Salah satu penentu keberhasilan program hamil adalah pemilihan waktu bercinta. Moms akan memiliki peluang untuk bisa hamil lebih besar apabila hubungan seks dilakukan di masa subur. Untuk bisa tahu kapan Anda mengalami masa subur, Moms perlu mengetahui siklus haid terlebih dahulu.

Siklus haid adalah rentang hari sejak hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya. Siklus haid yang normal adalah setiap 21-35 hari. Hari ke-1 pada siklus haid adalah hari pertama haid terjadi. Pada masa haid, sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut. Peristiwa inilah yang disebut ovulasi.



Pada umumnya, ovulasi terjadi sekitar 12-14 hari sebelum hari pertama haid selanjutnya. Namun sesungguhnya hari ketika terjadi ovulasi bergantung pada siklus haid Anda. Jika siklus Anda pendek, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi dapat terjadi hanya beberapa hari setelah haid terakhir. Jadi waktu ovulasi bisa berbeda pada tiap wanita.

Lantas kapan masa subur wanita? Masa subur Moms berkisar di sekitar waktu ovulasi, kira-kira 5 hari sebelum ovulasi terjadi. Umumnya, masa subur wanita adalah 12-16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid terakhir. Selain melalui perhitungan siklus haid, masa subur wanita juga bisa dilihat dari beberapa pertanda berikut ini:

1. Lendir Serviks seperti Putih Telur

Tanda yang mungkin muncul saat Moms berada dalam masa subur akan terlihat pada kualitas lendir serviks. Biasa disebut juga dengan nama keputihan, lendir serviks merupakan cairan yang keluar dari serviks mendekati masa ovulasi.

Biasanya, lendir serviks yang keluar pada masa subur memiliki tekstur dan warna yang serupa dengan putih telur. Cairan vagina tersebut akan berwarna bening dan transparan, basah, licin, dan terkesan elastis ketika dipegang.

Lendir serviks ini akan membantu sperma untuk lebih mudah “berenang” ke dalam rahim dan bertemu dengan sel telur sehingga mempermudah proses pembuahan. Selain itu, lendir serviks juga membuat penetrasi saat berhubungan seks menjadi lebih mudah dan tidak sakit. Berikut adalah ciri lendir serviks selama masa subur:



• Mendekati masa ovulasi: lendir lebih lengket, lebih banyak dikeluarkan, dan berwarna keruh seperti keputihan.

• Selama masa ovulasi: lendir basah, licin, elastis, dan transparan seperti putih telur.

• Setelah ovulasi: lendir lebih kering dan lebih sedikit keluar.

2. Peningkatan Gairah Seks

Moms mungkin menyadari bahwa pada saat-saat tertentu, gairah seks Anda meningkat. Nah, gairah seks yang lebih tinggi dari biasanya ini yang merupakan salah satu pertanda Anda tengah melalui masa subur. Pada dasarnya, gairah seks seorang wanita akan meningkat menjelang ovulasi. Dan diyakini, wanita akan terlihat lebih menarik pada periode tersebut.

3. Perubahan Suhu Basal Tubuh

Perubahan suhu basal tubuh juga bisa menjadi tanda saat Anda memasuki masa subur. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh ketika beristirahat atau tidur. Rata-rata suhu tubuh basal berkisar antara 35,5-6,6 derajat Celsius. Suhu tubuh bisa ditentukan oleh kegiatan yang dilakukan, makanan yang dikonsumsi, kebiasaan tidur, hingga hormon di dalam tubuh.

Pada saat berovulasi, kadar hormon progesteron di dalam tubuh akan meningkat. Hal inilah yang akan menyebabkan temperatur tubuh Anda juga mengalami peningkatan. Jika suhu tubuh naik sekitar 0,4-0,8 derajat Celsius dari suhu normal, mungkin tubuh Anda sudah mengalami ovulasi dalam 12 hingga 24 ham terakhir. Saat itu, suhu tubuh Anda membuat rahim melepaskan telur yang sudah matang dan siap dibuahi.

4. Perubahan Posisi Leher Rahim

Serviks atau leher rahim akan mengalami perubahan saat Anda memulai siklus menstruasi. Perubahan ini juga menjadi salah satu tanda Anda tengah mengalami masa subur. Tepat sebelum terjadinya ovulasi, serviks Anda akan berubah posisi menjadi lebih tinggi. Hal ini membuat Anda merasa kesulitan untuk menggapainya. Dan ketika disentuh, serviks terasa lebih lembut dan akan sedikit terbuka.

5. Payudara Terasa Nyeri

Rasa nyeri pada payudara juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda tengah berada dalam masa subur. Kondisi ini biasanya disebabkan perubahan hormon yang terjadi saat ovulasi.

6. Sakit Ovulasi

Ya, ovulasi bisa menimbulkan rasa sakit bagi sebagian wanita yang disebut mittelschmerz. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa sakit yang amat kuat seperti ditusuk pada bagian bawah perut Anda. Biasanya tanda masa subur ini muncul tanpa sebab dan secara tiba-tiba.

Moms juga bisa mengetahui kapan Anda dalam masa subur dengan menggunakan alat tes khusus. Namun jika Anda memiliki kondisi polycystic ovarian syndrome (PCOS), hasil dari alat tes kesuburan cenderung kurang akurat. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: masa subur,   ovulasi,   siklus haid,   hormon