Mother&Baby Indonesia
Mengapa Warna ASI Bisa berubah-ubah? Ini Penjelasannya

Mengapa Warna ASI Bisa berubah-ubah? Ini Penjelasannya

Moms pasti sudah tahu bahwa air susu ibu atau ASI merupakan asupan pertama dan utama bagi bayi, khususnya hingga Si Kecil berusia 6 bulan. Nah, bagi Moms yang baru pertama kali menyusui bayi, Anda pasti merasa seperti memasuki dunia baru. Moms akan menemukan banyak hal yang tak disangka, seperti warna ASI yang sebenarnya berbeda dengan warna susu yang sering ditemui.

Jika Anda perhatikan, ternyata warna ASI tidak melulu putih seperti warna susu pada umumnya. Warna ASI bisa bisa berubah-ubah. Meskipun begitu, Anda tak perlu khawatir Moms, karena perubahan ini tidak membahayakan Si Kecil, kok. Namun, akan lebih baik jika Moms mengetahui apa penyebab ASI berubah warna dan kapan saja perubahannya.

Pada dasarnya, air susu berwarna putih dengan tekstur yang cair ataupun kental. Tetapi, secara detail akan tampak perubahan warna seperti kekuningan, kebiruan, kehijauan, kemerahan, bahkan terdapat bercak hitam. Perubahan warna ASI ini sendiri ditentukan oleh zat yang terkandung di dalamnya. Dilansir dari Healthline berikut arti warna ASI yang ada, Moms.



Warna Kekuningan

ASI yang tampak kekuningan muncul sebagai susu yang diproduksi pertama kali, karena mengandung kolostrum. Ini merupakan senyawa perpaduan warna kuning-jingga dengan tektur yang kental, karena kaya akan antibodi. Warna ini akan muncul di hari-hari awal fase menyusui. Selain itu, mengonsumsi wortel dan ubi juga bisa memengaruhi warna ASI menjadi kekuningan dan ini merupakan hal yang wajar terjadi.

Warna Kemerahan

Jika tampak adanya kemerahan pada ASI, mungkin puting Moms mengalami lecet atau lesi hingga muncul darah yang bercampur dengan susu. Kondisi ini tidak akan memengaruhi tubuh Si Kecil, namun akan mengganggu kelancaran proses menyusui. Anda bisa memeriksakan kondisi ini ke dokter jika tidak kunjung sembuh dan terasa semakin perih dalam beberapa hari. Di luar kondisi tidak nyaman ini, ASI yang kemerahan juga dipengaruhi makanan yang Moms konsumsi, seperti buat bit dengan warna merah yang cukup pekat.

Warna Kebiruan

Pada ASI yang diproduksi payudara sekitar 2 minggu pascapersalinan, maka warnanya akan cenderung putih kebiruan dan bening. ASI pada fase ini disebut foremilk dan memiliki tekstur yang lebih cair, karena kandungan lemaknya yang lebih sedikit dan lebih banyak elektrolit.



Warna Putih

Menjelang akhir setiap menyusui, ASI akan menjadi lebih kental dan berwarna putih pekat atau agak kekuningan. ASI jenis ini biasanya disebut hindmilk. Tekstur ASI juga lebih creamy karena kandungan lemaknya lebih tinggi sehingga bisa membuat bayi jadi semakin kenyang.

Warna Kehijauan

Warna hijau juga tak jarang muncul pada ASI. Kondisi ini dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, terutama dari sayuran hijau seperti daun bayam, daun katuk, brokoli, dan ragam jenis sayuran lainnya.

Warna Kehitaman

ASI juga bisa muncul dengan warna gelap, seperti cokelat atau kehitaman. Kondisi ini dipengaruhi oleh suplemen atau obat tertentu yang Moms konsumsi. Meski beberapa jenis obat atau suplemen tersebut aman jika berlabel bisa dikonsumsi ibu menyusui, Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan jawaban lebih pasti.

Untuk ASI perah, warna putih kekuningan menjadi yang paling normal dan aman untuk diberikan pada Si Kecil. Selain warna, perhatikan juga lama waktu serta wadah penyimpanan ASIP agar tetap baik saat ingin diberikan pada Si Kecil ya, Moms. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu menyusui,   asi,   warna asi,   air susu ibu