Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini 3 Waktu Tepat Memberi Anak Nasihat Menurut Islam

Moms, Ini 3 Waktu Tepat Memberi Anak Nasihat Menurut Islam

Moms, saat Si Kecil memasuki usia balita, rasanya kehidupan kita sebagai orang tua makin seru dan menantang, ya. Ada kalanya Si Kecil yang sudah pandai berkata-kata, berpikir kritis dan makin semangat bereksplorasi sulit untuk mengerti dan menaati arahan yang kita berikan.

Moms dan Dads pun kerap harus memberikan petunjuk atau nasihat berulang kali dan biasanya Si Kecil baru akan menaatinya ketika sudah diberi peringatan. Duh, “gemas” ya, Moms. Padahal Moms, jika Anda beragama Islam, sebenarnya di dalam Islam sudah ada lho, contoh dari Nabi Muhammad SAW yang bisa kita teladani saat memberi nasihat atau peringatan pada anak.

Nabi Muhammad SAW selalu menggunakan 3 waktu dan tempat untuk memberikan nasihat kepada anak. Tiga waktu dan tempat ini efektif untuk membangun pola pikir, mengarahkan perilaku, serta menumbuhkan akhlak yang baik pada diri Si Kecil.



Dengan memilih waktu yang tepat, tentunya nasihat yang diberikan juga akan lebih efektif dan tugas orang tua jadi ringan dalam mendidik anak. Nah, adapun 3 waktu yang tepat untuk memberi peringatan pada anak sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah, yaitu:

1. Dalam Perjalanan

Sebagaimana dinukil dari hadis Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan at-Tirmidzi, “Nabi Muhammad diberi hadiah seekor bagal oleh Kisra. Beliau menungganginya dengan tali kekang dari serabut. Beliau memboncengku di belakangnya. Kemudian, beliau berjalan. Tidak berapa lama, beliau menoleh dan memanggil, 'Hai anak kecil.' Aku jawab, 'Labbaika, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Jagalah agama Allah, niscaya Dia menjagamu...'” 

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberi nasihat atau pengarahan ketika sedang melakukan perjalanan, baik berjalan kaki maupun naik kendaraan. Saat memberikan nasihat pun tidak dilakukan di dalam kamar tertutup, melainkan di ruang terbuka ketika jiwa si anak dalam keadaan sangat siap untuk menerima nasihat dan pengarahan.

Bahkan, Rasulullah SAW menyampaikan suatu rahasia kepada seorang anak di tengah perjalanan agar ia mengingatnya. Hal ini tidak lain karena besarnya penerimaan si anak pada waktu-waktu seperti ini.

2. Saat Makan

Mengapa Nabi Muhammad SAW menjadikan saat makan sebagai salah satu waktu yang tepat untuk memberikan nasihat kepada anak? Karena pada waktu ini, biasanya anak-anak selalu berusaha untuk berlaku apa adanya. Kadang, mereka juga melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan adab sopan santun di meja makan.



Nah, apabila kedua orang tua tidak terbiasa duduk bersama selama makan dan meluruskan kesalahan-kesalahan Si Kecil, maka ia akan terus melakukan kesalahan yang tidak diinginkan. Maka dari itu, pengertian dari orang tua sangatlah diperlukan untuk kebaikan bersama.

Nabi Muhammad SAW sendiri selalu makan bersama anak-anak. Beliau memperhatikan dan mencermati sejumlah kesalahan yang anak-anak lakukan. Kemudian, beliau memberi nasihat dan arahan dengan metode yang dapat memengaruhi akal dan meluruskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

Dalam riwayat Abu Dawud at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya disebutkan sebuah hadis yang berbunyi, "Mendekatlah wahai anakku. Ucapkanlah basmalah. Makanlah dengan tangan kanan dan makanlah apa yang ada di hadapanmu." Di sini kita bisa mendapat kesimpulan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat dengan lembut, yaitu mengajak anak kecil untuk makan bersama beliau, setelah itu beliau memberi pengarahan tentang cara dan adab makan.

3. Saat Anak Sakit

Moms, pernahkah Anda mendengar kalimat yang mengatakan bahwa sakit dapat melunakkan hati orang-orang dewasa yang keras? Lalu, bagaimana dengan hati anak-anak yang masih lembut dan cenderung lebih mudah menerima?

Nah, saat seorang anak sakit, ada dua keutamaan yang terkumpul padanya. Keadaan ini bisa digunakan untuk meluruskan kesalahan-kesalahan serta perilakunya bahkan keyakinannya, yakni keutamaan fitrah anak dan keutamaan lunaknya hati saat sedang sakit. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: islam,   menasihati anak,   ajaran islam,   balita,   pola asuh