Mother&Baby Indonesia
Moms, Yuk Kenali Gaya-gaya Merangkak pada Bayi

Moms, Yuk Kenali Gaya-gaya Merangkak pada Bayi

Melihat bayi mulai pandai merangkak memang menggemaskan ya, Moms. Merangkak bukan sekadar aksi lucu Si Kecil, melainkan sebuah fase penting dalam perkembangan kecerdasan motorik anak, yang membantunya siap berjalan. Walau gaya bayi merangkak terlihat sama, namun ternyata gaya merangkak bayi ada banyak tipenya lho, Moms.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak semua anak merangkak dengan gaya tradisional, karena ada juga yang memiliki gaya-gaya unik dalam merangkak. Apa saja gaya merangkak bayi? Simak penjelasan ini, yuk!



Gaya Merangkak Klasik

Gaya ini juga dikenal dengan sebutan cross crawl, di mana bayi menjadikan tangan dan lutut sebagai tumpuan yang menopang bobot tubuhnya. Dengan gaya klasik ini, bayi akan mulai menggerakkan satu tangan dan lutut ke depan secara bersamaan.

Gaya Merangkak Beruang

Sekilas memang gaya ini terlihat seperti gaya merangkak klasik, bedanya hanya posisi sikut dan lutut bayi berada posisi lurus. Kemudian bayi akan merangkak seperti beruang dengan memajukan tangan dan kakinya yang tidak ditekuk.

Gaya Merangkak Perut

Gaya ini juga sering disebut commando crawl. Bayi akan menggerakkan tubuhnya ke depan sambil menyeret perutnya. Mengutip Parents, sebagian bayi memulai kecerdasan merangkak dengan gaya commando crawl ini. Umumnya bayi mulai bisa merangkak dengan perut di usia 4 bulan.



Nanti ketika tangan dan kakinya sudah lebih kuat dan tubuhnya lebih seimbang, maka bayi mungkin akan mulai mengeksplorasi gaya lain untuk merangkak. Namun jika bayi Anda terus-menerus memakai perut untuk merangkak, tidak masalah. Banyak juga bayi yang terus merangkak dengan menyeret perut hingga ia bisa berjalan, dan tidak ada yang aneh dengan gaya itu, Moms.

Gaya Merangkak Kepiting

Selain gaya beruang, ada juga bayi yang memiliki gaya merangkak seperti kepiting. Disebut gaya kepiting karena bayi akan maju dan mundur dari satu sisi saja, seperti kepiting. Mengutip Parents, bayi yang merangkak dengan gaya ini juga bisa bergerak dengan kekuatan tangan saja, seperti mendorong tubuh dengan tangan, bukan menariknya. 

Gaya Merangkak Berguling

Menggulingkan diri untuk mencapai tujuan juga termasuk merangkak lho, Moms. Gaya merangkak ini disebut dengan rolling crawl, di mana bayi berguling-guling untuk mencapai area yang ia tuju. Apakah gaya ini normal? Jika maksud Anda berbeda dengan gaya merangkak lainnya, gaya berguling ini mungkin memang lebih unik dan lebih jarang terlihat, tetapi bukan berarti tidak normal lho, Moms. Berguling juga merupakan suatu kecerdasan motorik bayi.

Tolong, Bayiku Tidak Merangkak!

Melihat bayi lain merangkak, Moms yang bayinya belum atau tidak merangkak pasti khawatir. Padahal, merangkak adalah salah satu fase penting setelah duduk, yang kemudian menjadi bekal ilmu anak untuk bisa berdiri, berjalan, dan kemudian berlari. Lalu bagaimana kalau anak Anda tiba-tiba bisa berdiri dan melewatkan fase merangkak, haruskah khawatir? Jawabannya tentu saja tidak perlu khawatir, Moms. 

Menurut Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, tidak semua anak melalui tahapan merangkak. Ada sekitar 15 persen di antaranya yang tidak melalui tahapan merangkak. Mereka langsung berdiri dan merayap.

Moms tidak perlu khawatir karena fenomena ini juga merupakan hal yang normal. Namun jika pada keadaan selanjutnya terjadi keterlambatan perkembangan lain, misalnya terlambat untuk berdiri sendiri, merambat, atau berjalan, maka perlu dilakukan evaluasi meliputi pemeriksaan fisik dan mencari penyebab keterlambatan tersebut. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   bayi merangkak,   gaya merangkak bayi