Mother&Baby Indonesia
Awas Bahaya Dehidrasi pada Bayi! Kenali Gejalanya, Moms

Awas Bahaya Dehidrasi pada Bayi! Kenali Gejalanya, Moms

Dehidrasi tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa yang memiliki banyak aktivitas. Bayi pun bisa mengalami dehidrasi atau kondisi saat tubuhnya kekurangan cairan. Penyebabnya bermacam-macam dan bukan hanya karena Si Kecil tengah mengalami diare.

Dehidrasi pada bayi, bisa disebabkan karena:

• Demam. Pasalnya, akan terjadi penguapan air berlebih dari kulit bayi karena suhu panas. Selain itu, Si Kecil juga akan banyak berkeringat karena tubuhnya berusaha menurunkan suhu panas tersebut.



• Diare dan muntah.

• Kurang minum atau kurang mendapatkan asupan ASI.

• Berkeringat.

Tanda Dehidrasi

Lantas apa tanda-tanda bayi yang tengah mengalami dehidrasi? Pada dasarnya, dehidrasi dibagi menjadi tiga, yaitu dehidrasi ringan, dehidrasi sedang, dan dehidrasi berat, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Dehidrasi Ringan

1. Biasanya bayi mulai rewel karena ia mudah merasa haus.

2. Warna urine menjadi lebih gelap daripada biasanya.

Dehidrasi Sedang

1. Mulut bayi terlihat kering.

2. Bayi tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam.

3. Bayi tidak mengeluarkan air mata ketika menangis.

4. Bayi mulai terlihat lemas dan malas bergerak.

5. Ubun-ubun membesar dan tampak cekung.

6. Denyut nadi bayi mulai melemah, dengan angka di bawah normal sekitar 120-140 kali per menit.



Dehidrasi Berat

1. Si Kecil akan terlihat semakin sering mengantuk. Ia juga akan terlihat selalu lemas seakan tidak memiliki tenaga untuk bermain atau sekadar memberikan reaksi atas rangsangan yang Moms berikan.

2. Ubun-ubun besar semakin mencekung.

3. Denyut nadi sulit teraba.

4. Mata dan mulut bayi terlihat sangat kering.

5. Si Kecil sudah sangat jarang buang air kecil.

6. Napas bayi terasa pendek.

7. Kulit bayi terasa dingin dan kurang elastis.

Penanganan Dehidrasi pada Bayi

Dehidrasi tidak boleh dibiarkan, khususnya pada bayi. Kekurangan cairan bisa menimbulkan masalah kesehatan pada Si Kecil, mulai dari kejang, infeksi saluran kemih, hingga kematian pada kasus yang parah.

Oleh sebab itu, Moms perlu segera mengambil tindakan ketika bayi Anda mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan dan mengalami dehidrasi, yakni:

• Jika bayi mengalami diare, demam, atau keringat berlebih, maka Moms bisa memberikan ASI lebih sering daripada biasanya. Minuman elektrolit, seperti oralit juga bisa diberikan kepada bayi yang berusia di atas 3 bulan.

• Apabila cairan tubuh bayi berkurang akibat muntah, jangan langsung berikan cairan dalam jumlah banyak sekaligus. Moms bisa memberikan cairan atau ASI dalam jumlah sedikit tapi frekuensinya lebih sering.

• Rasa sakit pada mulut bayi akibat dehidrasi biasanya membuat Si Kecil menolak untuk minum. Kondisi ini bisa diatasi dengan cara memberinya obat-obatan, seperti parasetamol yang juga berfungsi untuk meredakan demam. Namun perlu diketahui, obat ini bisa diberikan kepada bayi berusia 6 bulan ke atas. Sebaiknya konsultasikan juga terlebih dulu dengan dokter sebelum Anda memberikan Si Kecil obat ya, Moms.

• Bawa bayi ke rumah sakit jika ia terlihat sangat lemah dan mulai kehilangan kesadaran atau mengalami kejang. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: dehidrasi,   bayi,   kekurangan cairan,   demam,   kejang