Mother&Baby Indonesia
Bayi Susah Buang Air Besar, Bolehkah Diberikan Microlax?

Bayi Susah Buang Air Besar, Bolehkah Diberikan Microlax?

Susah buang air besar (BAB) merupakan masalah yang sering dialami bayi. Gangguan ini bisa terjadi pada bayi yang masih mengonsumsi ASI eksklusif maupun pada bayi yang sudah mengenal makanan pendamping ASI. Sebagai orang tua, Moms tentunya merasa cemas saat mengetahui Si Kecil menderita sembelit atau konstipasi yang membuatnya susah BAB.

Penyebab Bayi Susah Buang Air Besar

Sebenarnya, sulit BAB pada bayi yang masih mengonsumsi ASI eksklusif umumnya adalah hal yang wajar. Pasalnya, hal ini menunjukkan bahwa nutrisi di dalam ASI mampu diserap dengan sangat baik oleh pencernaan bayi, sehingga tidak ada lagi yang tersisa untuk dikeluarkan. Sedangkan untuk bayi yang mengonsumsi susu formula, ia bisa BAB beberapa kali dalam sehari karena zat-zat dalam susu formula lebih sulit dicerna Si Kecil.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri menganggap sulit BAB pada bayi ASI eksklusif adalah normal selama tidak terjadi lebih dari 2 minggu dan tidak disertai dengan gejala seperti demam, muntah, perut keras, maupun nyeri perut yang ditandai dengan bayi rewel, meringis, sering menggeliat, dan mengangkat kaki.



Adapun pada bayi yang baru mengenal makanan padat, sembelit terjadi karena tubuh Si Kecil masih belajar bagaimana mencerna makanan baru. Sembelit umum terjadi pada bayi yang mengalami transisi dari hanya mengonsumsi ASI ke makanan padat. Salah satu solusinya, Moms perlu melakukan evaluasi dalam pola pemberian MPASI buat Si Kecil. Kemungkinan ini terjadi karena kurangnya cairan dan serat pada makanan Si Kecil.

Sembelit pada Bayi, Bolehkah Diberikan Microlax?

Akan tetapi, meski sembelit atau konstipasi wajar terjadi pada bayi, tak sedikit orang tua yang panik dan bingung bagaimana harus mengatasi masalah susah BAB pada buah hati mereka. Banyak Moms yang melontarkan pertanyaan, bolehkah memberikan microlax pada Si Kecil?

Microlax sendiri merupakan obat untuk mengatasi sembelit yang bisa diberikan pada orang dewasa maupun anak-anak. Obat ini tidak memerlukan resep dokter dan bisa dengan mudah Anda temukan di toko obat atau apotek.

Microlax memiliki sifat pencahar untuk membantu melunakkan feses yang keras agar mudah dikeluarkan dari tubuh dan BAB jadi lebih lancar. Melansir Hello Sehat, ada 3 bahan utama yang terkandung dalam microlax, yaitu matrium lauril sulfoasetat, sorbitol, dan sodium sitrat. Ketiganya berfungsi untuk melunakkan feses yang keras.



Kendati begitu, pemberian obat apa pun, termasuk obat pencahar seperti microlax pada bayi yang masih di periode ASI eksklusif, sebaiknya tidak dilakukan sembarangan tanpa konsultasi dan pemeriksaan dari dokter terlebih dulu, karena efek sampingnya bisa berbahaya buat Si Kecil. Obat ini sendiri sebaiknya tidak diberikan pada bayi di bawah 12 bulan.

Microlax boleh digunakan pada anak usia 1 tahun ke atas dengan dosis aturan pakai ½ tube, tetapi itu pun harus dengan instruksi dari dokter ya, Moms. Jika dokter tidak menyarankan Anda untuk menggunakan microlax pada Si Kecil, Anda tidak perlu memberikannya.

Masih ada cara lain untuk mengatasi masalah susah BAB pada bayi, misalnya dengan memijat bagian perut Si Kecil. Pijat perut dan perut bagian bawahnya dengan lembut untuk menstimulasi pergerakan usus sehingga Si Kecil bisa BAB dengan lancar. Ajak juga bayi Anda untuk bergerak lebih aktif. Buat ia menggerakkan kaki seperti mengayuh atau merangkak lebih sering. Aktivitas tersebut dapat membuat usus mendorong feses lebih baik dan pencernaan pun jadi lebih lancar.

Namun, jika susah BAB dialami Si Kecil hingga lebih dari 2 minggu dan muncul gejala lain seperti disebutkan di atas, segera bawa Si Kecil ke dokter agar dapat diperiksa secara langsung dan mendapat penanganan yang tepat ya, Moms. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   susah buang air besar,   sembelit,   konstipasi,   microlax