Mother&Baby Indonesia
Lakukan Ini untuk Dukung Ibu yang Baru Alami Keguguran

Lakukan Ini untuk Dukung Ibu yang Baru Alami Keguguran

Menurut World Health Organization (WHO), keguguran adalah alasan utama seorang ibu kehilangan bayi selama masa kehamilan. March of Dimes menyatakan bahwa keguguran terjadi pada 10-15% dari seluruh kehamilan. Keguguran dapat dialami oleh ibu mana pun, walau memang risiko setiap orang berbeda-beda.

Akan tetapi, ketika mendapati sosok terdekat mengalaminya, tak banyak orang bisa memahami cara yang tepat untuk merespons hal tersebut. Ketika kabar buruk ini menyeruak, keheningan yang canggung atau komen tak pantas dapat muncul sebagai respons.

Untuk itu, Moms bisa perkaya informasi seputar keguguran agar bisa mengutarakan simpati sekaligus mendukung teman Anda. Melansir Psychology Today, berikut ini ada beberapa ide yang bisa Anda ucapkan untuk kerabat yang baru saja mengalami keguguran.



1. Mulai dengan “Turut Bersedih”

Secara umum, keguguran merupakan kejadian yang memilukan. Jadi walau sang ibu mungkin tak merasa sangat berduka akan hal ini, tapi keguguran tetap membuatnya melalui momen-momen menyakitkan dan kehilangan banyak darah. Ia juga dapat menjalani prosedur yang penuh risiko. Maka, memulai pembicaraan dengan kalimat sederhana ini dapat membantu membuka obrolan yang lebih baik.

2. Tanyakan Kondisi Kehamilannya

Jika seseorang ingin menceritakan kisah kegugurannya, maka tak jarang ia akan menceritakan seluruh kisah kehamilannya dari awal. Bahkan tak jarang dimulai dengan nama panggilan yang akan disematkan pada bayinya kelak. Jika Anda bertanya secara umum tentang hal ini, maka Anda akan belajar lebih banyak tentang relasi antara janin dan sang ibu. Hal ini akan membuatnya lebih rileks.

3. Pastikan Bahwa Ini Bukan Kesalahannya

Banyak ibu merasa bersalah setelah mengalami keguguran. Ini karena ia merasa bahwa ia bertanggung jawab telah mengambil nyawa seorang anak, dan tak ada orang yang benar-benar tahu penyebab pasti keguguran tersebut. Tapi, Anda perlu memahami bahwa ada beberapa hal yang secara ilmiah masih belum bisa dijelaskan dan hal ini bukanlah salah sang ibu.



4. Berikan Momen Beduka

Oleh karena keguguran sering kali salah dipahami, ibu dapat merasa bahwa ia tak dapat berduka dan merasa bahwa salah jika berduka “terlalu lama”. Untuk itu, sadari kedukaan tersebut dan yakinkan padanya bahwa rasa duka tidak bisa dilimitasi. Dengan begini, Anda sebenarnya juga dapat mendorongnya untuk melalui masa kedukaan ini dengan cepat.

5. Tanyakan Proses Penguburan

Jika kerabat Anda mengalami keguguran di usia kandungan yang cukup tua, biasanya bayinya akan dikubur. Untuk itu, Moms bisa tanyakan proses penguburan ini. Kerabat Anda mungkin menyatakan penyesalan akan hal ini, dan kita tak perlu tahu hal tersebut karena biasanya mereka akan menyimpannya secara privat.

6. Ingat-ingat Pasangan

Ingatlah, bahwa di samping ibu yang mengalami keguguran terdapat ayah yang berduka. Rasa kehilangan yang dialami oleh sang ibu juga dialami oleh sang ayah. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mendukung dan menghibur suaminya.

7. Hindari Komen “Setidaknya”

Hukum yang umum adalah tidak mengatakan kalimat yang berisi kata “setidaknya” atau “seenggaknya”, seperti “Setidaknya belum terlalu besar.” Selain itu, hindari komen naif seperti “Inilah kehendak Tuhan” atau “Kamu akan hamil lagi, kok.” Dan jangan berikan asumsi seperti “Aku benar-benar tahu perasaanmu” atau “Pasti sedih, ya.” (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   persalinan,   keguguran