Mother&Baby Indonesia
Apakah Seks saat Hamil Bisa Pengaruhi Perkembangan Janin?

Apakah Seks saat Hamil Bisa Pengaruhi Perkembangan Janin?

Dengan segala perubahan yang terjadi selama menjalani kehamilan, Moms mungkin memiliki banyak pertanyaan akan berbagai hal. Salah satunya perihal berhubungan intim saat hamil. Faktanya, selama kehamilan, aliran darah di dalam tubuh menjadi lebih deras, sehingga berhubungan seks pun akan terasa lebih nikmat.

Selain itu, seks saat hamil juga bisa membantu menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan, membakar kalori, mencegah komplikasi, bahkan mempersiapkan tubuh untuk bersalin. Sayangnya, masih banyak ibu hamil yang takut berhubungan seks dengan alasan bisa memengaruhi atau membahayakan perkembangan janin. Apakah hal ini benar? Ketahui faktanya di penjelasan berikut ini, Moms!

Tidak Membahayakan Janin




Secara umum, seks saat hamil tidak membahayakan dan memberikan pengaruh khusus pada perkembangan janin. Di dalam perut Anda, Si Kecil dilindungi oleh otot perut dan rahim. Selain itu, air ketuban juga mampu meredam getaran akibat berhubungan seks sehingga tidak akan mengusik Si Kecil.

Sejauh Moms tidak memiliki masalah kesehatan serius atau komplikasi seperti riwayat keguguran atau masalah plasenta, penetrasi saat berhubungan seks selama hamil aman bagi perkembangan Si Kecil. Faktanya, penis tidak bisa masuk lebih dalam melebihi vagina Anda, Moms.

Seks dan orgasme juga tidak akan memicu persalinan prematur atau keguguran. Mengutip WebMD, kontraksi yang muncul akibat orgasme tidaklah sama dengan kontraksi persalinan. Jika Moms melakukan seks di trimester ketiga dan mengalami orgasme, maka Moms bisa merasakan kontraksi ringan. Hal ini disebut sebagai Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Kondisi ini normal dan akan menghilang setelah beberapa saat.

Selain itu, lendir kental di dalam serviks juga akan menjaga rahim dari infeksi. Dengan berbagai fasilitas perlindungan alami ini, Si Kecil bahkan tak akan tahu jika Moms dan Dads sedang bermesraan!

Ini yang Perlu Diperhatikan


Walaupun begitu, pada kondisi tertentu, seks saat hamil dapat terasa berbeda dan penuh tantangan. Pada trimester pertama bumil biasanya mengalami morning sickness sehingga menjadi kurang bergairah untuk berhubungan intim, sedangkan pada trimester ketiga perut sudah sangat besar dan berat sehingga berhubungan seks dapat terasa sulit dan Anda juga jadi mudah lelah.



Selain itu, ada kalanya bumil tidak direkomendasikan untuk melakukan seks selama hamil karena memiliki kondisi yang bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin. Beberapa kondisi tersebut, antara lain:

• Riwayat keguguran berulang atau persalinan prematur.

• Masalah plasenta seperti plasenta previa (plasenta berada di bawah serviks) karena bisa menyebabkan perdarahan saat berhubungan intim.

• Keluarnya darah atau lendir berbau dari vagina setelah melakukan hubungan intim. Jika hal ini terjadi, Moms perlu segera menghubungi dokter karena dapat mengindikasikan infeksi.

• Berisiko mengalami persalinan prematur.

• Kantung ketuban memiliki membran yang rusak atau air ketuban yang bocor.

Jadi, jangan khawatir lagi jika ingin melakukan seks saat hamil ya, Moms! Yang penting, pastikan kondisi Moms dan kehamilan sehat atau minim masalah. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   seks,   ibu hamil,   janin