Mother&Baby Indonesia
Biduran Usai Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Biduran Usai Melahirkan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Keluhan kehamilan mungkin normal terjadi pada kebanyakan wanita. Namun bagaimana dengan keluhan usai melahirkan, apakah Anda pernah mengalaminya? Salah satu keluhan yang cukup sering terjadi adalah biduran setelah melahirkan atau disebut juga dengan postpartum hives. Ini membuat kulit Anda gatal, muncul bentol di berbagai area tubuh, dan kulit berwarna kemerahan yang terasa panas menyengat. Apa sih, yang menyebabkan biduran usai melahirkan? Simak penjelasannya, yuk!

Penyebab Biduran Setelah Melahirkan

Mengutip Mom Junction, biduran setelah melahirkan terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi dengan alergen dan tubuh mengeluarkan suatu protein yang bernama histamin dari pembuluh darah kecil dan zat kimia lain di aliran darah.

Histamin akan menyumbat pembuluh darah, agar plasma bisa keluar dari kulit. Ketika cairan plasma ini berakumulasi di kulit, maka inflamasi atau pembengkakan bisa terjadi. Inilah yang menyebabkan biduran atau bahkan ruam yang gatal menyengat di permukaan kulit.



Kenapa sering terjadi usai melahirkan? Perubahan hormon dan stres seringkali menjadi penyebab utama gangguan kulit ini. Beberapa pencetus lainnya adalah:

• Infeksi

• Stres

• Lelah

• Kurang tidur

• Serangan panik

• Perubahan pola makan

• Kondisi medis akut, seperti gangguan tiroid

• Pengobatan seperti aspirin atau penisilin

• Paparan sinar matahari langsung

• Suhu dingin yang cukup ekstrem

• Alergi

• Sensitif pada makanan tertentu

• Sengatan binatang

• Tekanan darah tinggi (jarang terjadi).

Gejala Biduran

Jika setelah melahirkan Anda mengalami biduran, umumnya Anda akan merasakan:

• Ruam di kulit wajah, leher, dada, perut, lengan, atau kaki (atau di seluruh tubuh).

• Bentol bisa melebar, titik-titik kecil, atau lebar dan tebal.

• Bentol berwarna kemerahan, pink, atau warna kulit.

• Jika ditekan, bentol berwarna putih.



• Bentol bisa semakin melebar dan menyatu.

• Tekstur kulit kasar dan mirip eksim.

Normalkah Terjadi Setelah Melahirkan?

Mengutip Healthline Parenthood, biduran setelah melahirkan terjadi pada 20 persen ibu yang baru melahirkan. Ini tak hanya terjadi pada persalinan pertama, orang tua yang melahirkan anak kedua atau lebih pun bisa mengalami biduran usai melahirkan.

Biduran ini bahkan bisa terjadi tiba-tiba, walau sebelumnya Anda tidak pernah memiliki riwayat alergi sama sekali. Normalkah terjadi? Ya, cemas berlebih dan perubahan hormon setelah melahirkan bisa meningkatkan risiko terjadinya biduran. Jangan khawatir, Moms, ini bisa hilang dengan cepat dan tidak berbahaya, kok.

Cara Mengatasi Biduran Usai Melahirkan

Dalam kebanyakan kasus, biduran setelah melahirkan tidak perlu penanganan serius karena akan sembuh dengan sendirinya. Namun jika biduran sudah sangat mengganggu, Anda bisa mengatasinya dengan cara:

• Mengoleskan krim steroid

• Mengonsumsi obat antihistamin

• Mengoleskan krim atau losion antigatal

• Pengobatan steroid (untuk bengkak dan gatal serius)

• Menyuntikkan pen epinephrine

• Suntikan antialergi

Namun perlu diingat, semua pengobatan di atas sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter Anda untuk memastikan tidak terjadi kontraindikasi. Terlebih, Anda kini menjadi ibu menyusui, maka sangat penting memastikan pengobatan Anda tidak memengaruhi ASI.

Untuk lebih amannya, ada beberapa cara rumahan yang bisa Anda coba untuk meredakan biduran, seperti:

• Mandi air dingin atau hangat suam-suam kuku

• Rileks

• Tidur sejenak

• Mengoleskan gel lidah buaya

• Mengoleskan losion alami seperti shea butter

• Mengenakan pakaian longgar berbahan katun

• Menghindari alergen apa pun

(Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu melahirkan,   biduran,   kulit,   urtikaria,   alergi,   persalinan,   ibu baru