Mother&Baby Indonesia
Yuk, Konsumsi Makanan Organik! Ini Manfaatnya buat Anda

Yuk, Konsumsi Makanan Organik! Ini Manfaatnya buat Anda

Mengonsumsi makanan organik menjadi salah satu tren gaya hidup sehat yang marak dilakukan beberapa tahun belakangan ini. Banyak orang meyakini bahwa makanan organik lebih aman dan lebih sehat karena diproduksi melalui praktik pertanian dengan menggunakan bahan alami dan menghindari semua bahan kimia buatan, hormon, antibiotik, atau organisme hasil rekayasa genetika.

Jika berbelanja di supermarket, Moms mungkin kerap menemui sayuran atau buah-buahan yang diberi label organik. Ya, saat ini makanan organik mungkin lebih sering kita temui dibandingkan beberapa tahun lalu, karena makanan jenis ini semakin populer di kalangan masyarakat. Nah, bagi Anda yang ingin mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mulai mengonsumsi makanan organik, berikut sejumlah manfaat yang bisa Anda peroleh dari makanan organik:

1. Lebih Aman buat Tubuh

Sayur dan buah organik ditanam menggunakan pupuk alami, seperti pupuk kandang atau kompos, sedangkan sayur dan buah non-organik menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan pertumbuhan serta menggunakan penyemprotan insektisida atau pestisida kimia guna mengurangi hama dan penyakit.



Karena tak ada pupuk maupun bahan kimia yang digunakan pada sayur dan buah organik, tentunya hal ini akan lebih menyehatkan buat tubuh karena terhindar dari kemungkinan masalah kesehatan akibat paparan zat kimia yang terkandung dalam makanan. Buat ibu hamil, mengonsumsi makanan organik juga bisa melindungi janin dari paparan zat kimia yang umumnya terkandung dalam makanan non-organik.

2. Lebih Ramah Lingkungan

Seperti telah disebutkan di atas, makanan non-organik memakai pupuk kimia dan menggunakan penyemprotan pestisida. Nah, pupuk kimia dan pestisida nyatanya bukan hanya berbahaya bagi tubuh, tapi juga bisa memberi efek buruk pada kualitas tanah dan lingkungan.

Karena itu sayur dan buah organik diklaim lebih ramah lingkungan, karena prosesnya tidak menyumbang polusi berupa bahan pestisida sintetik pada air dan tanah, sehingga tetap menjaga kualitas air dan tanah serta habitat yang sehat dan aman di lingkungan sekitarnya.



3. Tidak Mengandung Pengawet

Sayur dan buah non-organik yang ditumbuhkan dengan bantuan pupuk kimia dan pestisida terkadang juga mengalami proses iradiasi untuk membuatnya lebih awet. Hal ini memang menguntungkan, namun proses pengawetan bisa mengubah struktur dan molekul makanan yang berisiko tak aman bagi tubuh. Meskipun sayur dan buah organik lebih cepat busuk, namun jenis makanan ini lebih aman dan sehat, karena tidak mengandung pengawet.

4. Lebih Banyak Nutrisi

Tanaman yang ditumbuhkan secara alami tanpa bahan kimia lebih kuat dan sehat serta mengandung lebih banyak vitamin dan antioksidan. Ini membuat sayur dan buah organik menjadi lebih bernutrisi saat dikonsumsi. Menurut Organic.org, sayur dan buah organik mengandung 27 persen lebih banyak vitamin C, 21 persen lebih banyak zat besi, 29 persen lebih banyak magnesium, 13 persen lebih banyak fosfor, dan 18 persen lebih banyak polifenol.

5. Tidak Mengandung Antibiotik

Hewan yang diternak secara organik diberi makan rumput dan hasil alam, serta tidak diberikan antibiotik, hormon pertumbuhan, maupun makanan buatan dari bahan sampingan atau limbah. Penggunaan antibiotik dalam produksi hewan ternak pedaging akan menciptakan strain bakteri baru yang resisten atau lebih tahan terhadap antibiotik.

Sedangkan hormon pertumbuhan yang terdapat dalam daging bisa menyebabkan banyak penyakit saat masuk ke dalam tubuh kita. Jadi, dengan mengonsumsi daging organik, Anda tak perlu khawatir dengan zat kimia atau hormon yang ada dalam daging hewan. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: nutrisi,   kesehatan,   gaya hidup sehat,   makanan organik