Mother&Baby Indonesia
Anak Terkena Radang Amandel, Kapan Harus Operasi?

Anak Terkena Radang Amandel, Kapan Harus Operasi?

Si Kecil sering mengeluh sakit pada tenggorokannya? Coba dicek Moms! Bisa jadi, ia mengalami radang amandel. Tonsil atau yang lebih kita kenal dengan istilah amandel, merupakan organ kecil di sisi kanan dan kiri belakang tenggorokan. Organ ini memiliki peran penting dalam sistem perlindungan tubuh atau imun manusia. Amandel berisi sel darah putih yang dapat membantu tubuh menyaring bakteri yang akan masuk lewat mulut.

Amandel menjadi organ pertama yang memberikan respons saat ada patogen yang tertelan dan menyebabkan infeksi atau potensi bahaya lainnya. Patogen ini berikatan dengan sel kekebalan khusus yang berada di lapisan epitel untuk mendapatkan respons imun dari sel limfoid T dan B dari tonsil. Dengan kata lain, organ inilah yang dapat membantu tubuh memulai respons imun.

Gejala Peradangan pada Amandel

Namun seperti halnya bagian tubuh lain, amandel juga bisa mengalami peradangan karena terinfeksi virus maupun bakteri atau tonsilitis. Kondisi ini cukup sering terjadi pada anak-anak, khususnya mereka yang berusia di atas 2 tahun. Berikut adalah gejala yang akan muncul saat terjadi peradangan pada amandel anak:



• Sakit tenggorokan

• Sakit atau sulit menelan

• Amandel terlihat merah dan bengkak dengan bintik berisi nanah

• Demam

• Sakit kepala

• Sakit di telinga dan leher

• Tubuh kelelahan

• Susah tidur

• Batuk

• Menggigil

• Kelenjar getah bening yang membengkak

• Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami mual, muntah, sakit perut, mulut berbau, sulit membuka mulut, dan lidah terlihat seperti berbulu.



Penanganan Radang Amandel

Pada dasarnya, peradangan pada amandel dapat hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar satu pekan. Dalam kondisi ringan, biasanya dokter hanya memberikan obat untuk mengatasi gejala, seperti ibuprofen atau parasetamol. Pemberian antibiotik akan dilakukan apabila radang amandel disebabkan infeksi bakteri.

Jika gejala yang dirasakan termasuk kategori ringan, Anda bisa meminta Si Kecil melakukan beberapa langkah berikut ini guna mempercepat penyembuhan radang amandel:

• Banyak istirahat

• Banyak minum air putih guna mencegah dehidrasi

• Menjaga kelembapan ruangan, khususnya kamar

• Mengonsumsi tablet hisap guna mengurangi rasa nyeri di tenggorokan

• Menghindari faktor iritan, seperti asap rokok

• Berkumur dengan air garam guna membantu meredakan nyeri di tenggorokan.

Apabila amandel termasuk ke dalam kategori kronis, maka dokter pun akan melakukan tindakan operasi. Opsi ini akan diberikan oleh dokter jika tonsilitis tidak memberikan respons terhadap pemberian antibiotik. Selain itu, operasi juga akan dilakukan apabila peradangan pada amandel terlalu sering terjadi atau kambuh, yakni:

• Lebih dari 7 kali dalam setahun.

• Lebih dari 4 hingga 5 tahun dalam setahun selama dua tahun berturut-turut.

• Terjadi lebih dari 3 kali dalam setahun selama tiga tahun berturut-turut.

Selain itu, operasi juga diperlukan apabila radang amandel menyebabkan Si Kecil sulit bernapas dan kesulitan menelan makanan, terutama daging. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: radang amandel,   anak,   balita,   tonsil,   tonsilitis