Mother&Baby Indonesia
Gigi Kurang Rapi, Perlukah Anak Pakai Kawat Gigi?

Gigi Kurang Rapi, Perlukah Anak Pakai Kawat Gigi?

Setelah tumbuh gigi, nyatanya tidak semua anak memiliki susunan gigi yang rapi. Hal ini mungkin membuat Moms jadi khawatir dengan pertumbuhan gigi Si Kecil yang tidak teratur tersebut. Karenanya, tak jarang dari Anda yang meminta dokter gigi untuk memasangkan behel pada anak, termasuk yang masih balita.

Padahal, pemakaian behel atau kawat gigi tidak boleh sembarangan. Tetap ada syarat yang perlu dianalisis dokter agar manfaatnya, yaitu merapikan posisi susunan gigi, bisa bekerja dengan maksimal. Maka, orang tua perlu memahami dahulu beberapa hal mengenai pemasangan kawat gigi pada gigi Si Kecil.

Boleh untuk Balita, Asalkan…

Susunan gigi yang tidak teratur faktanya bisa terjadi di masa pertumbuhan gigi yang belum permanen atau disebut juga gigi susu. Terkait hal ini, balita pun sebenarnya bisa memakai behel dengan tujuan untuk menjaga pertumbuhan giginya tetap rapi hingga proses pergantian menjadi gigi permanen.



Yang perlu diketahui, behel yang dipakaikan pada anak yang masih memiliki gigi susu adalah yang berjenis myofungsional atau trainer. Jadi, bukan dengan bahan kawat gigi pada umumnya, tetapi alat khusus untuk anak berbahan karet silikon yang elastis. Pemakaian behel ini pun bisa dilakukan jika Si Kecil tidak punya masalah pada hubungan rahangnya ya, Moms.

Dan meski anak sudah diberikan behel jenis ini, bukan berarti kelak giginya akan tumbuh dengan rapi. Tetap ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini, misalnya anak tidak rutin menggunakan behel trainer yang bisa dilepas dan pakai kembali.

Tunggu Sampai Gigi Permanen Tumbuh

Supaya lebih aman Australian Society of Orthodontists menyatakan bahwa usia ideal untuk melakukan evaluasi perawatan ortodontik adalah 8-10 tahun. Kondisi pertumbuhan gigi di usia tersebut akan menjadi pertimbangan bagi dokter untuk perlu memakaikan Si Kecil kawat gigi sesungguhnya atau tidak.

Apabila terlihat susunan gigi anak bertumpuk dan bisa semakin tidak beraturan tanpa perawatan khusus, maka dokter akan menyarankan pemberian behel yang umumnya dilakukan saat anak berusia 12 tahun. Proses pemasangan hingga pelepasan kawat gigi pun tergantung dari kondisi gigi anak, yaitu antara 1,5 hingga 3 tahun atau bisa lebih dari itu.

Memasangkan kawat gigi pun harus dengan kesiapan dari anak itu sendiri. Jika Anda dan Si Kecil sudah sepakat untuk hal ini, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:



• Memeriksakan kondisi gigi dan rahang terlebih dahulu. 

• Minta rekomendasi untuk mencetak rahang atas dan rahang bahwa dahulu, agar mendapatkan model gigi sebelum perawatan ortodontik dilakukan.

• Pastikan kesiapan mental anak dan bantu ia untuk disiplin dalam merawat kesehatan gigi dan mulutnya.

• Hindari konsumsi makanan yang manis atau lengket yang mudah tersangkut pada bagian-bagian dari kawat gigi.

• Lakukan pemasangan behel dengan dokter gigi dan rutin kontrol untuk memastikan bahwa kawat gigi bekerja dengan baik serta kesehatan gigi tetap terjaga. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   gigi,   kawat gigi,   behel